<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243</id><updated>2012-01-24T01:05:42.326+07:00</updated><category term='BERITA'/><category term='MAYAT-MAYAT CINTA'/><category term='NYANYIAN RIMBAYANA'/><category term='ULASAN'/><category term='ARTIKEL'/><category term='DOKUMEN PUBLIKASI'/><title type='text'>GMT-Gamblank Musikal Teater</title><subtitle type='html'>Gamblank Musikal Teater (GMT) adalah bagian dari komunitas Teater Jogja atau Teater Yogya atau Teater Yogyakarta dan Teater Indonesia. GMT menekuni model Teater Musikal dengan konsep simpel. GMT terdiri dari pekerja, aktor, musisi dari berbagai latar belakang. 
Saat ini GMT bersekretariat di Jl.Monjali gg Jragem no 26 RT 02 RW 38, Nandan, Mlati, Sleman | email : zonagamblank@yahoo.com | cp. 08562856610</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-6790116666015755417</id><published>2011-12-01T10:26:00.000+07:00</published><updated>2011-12-01T04:05:13.143+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NYANYIAN RIMBAYANA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>Ballet Musikal Nyanyian Rimbayana, produksi baru yang pantas dinanti...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-uqC3Dp11Wzk/Tp0v6VocYdI/AAAAAAAAARQ/aQ7lO3VBCto/s1600/poster%2Bneh.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 247px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-uqC3Dp11Wzk/Tp0v6VocYdI/AAAAAAAAARQ/aQ7lO3VBCto/s400/poster%2Bneh.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664736585587646930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gamblank Musikal Teater sedang mempersiapkan produksi baru 2011. Menurut rencana Manajer Produksi Febrinawan Giants, pertunjukan ini akan dipentaskan pada bulan Desember 2011. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NYANYIAN RIMBAYANA&lt;/span&gt; :  &lt;br /&gt;A BALLET MUSICAL Show&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyanyian Rimbayana (NR) adalah sebuah naskah drama musikal karya M Ahmad Jalidu. NR berkisah mengenai koloni binatang di sebuah hutan di Jawa yang dipimpin oleh raja hutan yaitu Harimau Jawa. Pada dasarnya kisah binatang ini adalah kiasan dari kehidupan sosial manusia, direkayasa untuk menjadi tontonan menarik yang tetap memiliki muatan moral positif sebagai cermin kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NR telah beberapa kali dimainkan oleh kelompok atau lembaga lain antara lain Forum Komunikasi UKM UNY dalam rangka Dies Natalis UNY 2009, Teater Kodok STMT Trisakti, juga beberapa SMA di Jombang, Purworejo, Bandung dan sebagainya. NR juga menjadi salah satu naskah pilihan dalam Festival Drama Musikal Bandung 2011. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ballet Musikal. &lt;br /&gt;Gamblank Musikal Teater adalah kelompok teater Independen yang didirikan oleh M Ahmad Jalidu (Penulis). Kali ini GMT akan memproduksi NR dalam format Ballet Musikal. Yang dimaksud dengan Ballet Musikal adalah di mana drama musikal ini akan diwarnai dengan tata gerak berdasarkan pola gerak ballet. Gesture (permainan gerak tubuh) tokoh2 dalam cerita juga akan dirujuk pada gerak ballet. Meski demikian NR Ballet Musikal ini tidak akan dibawa ke arah pertunjukan sendratari ballet murni. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan dari  segi visual dan penggarapan : &lt;br /&gt;1. Keungulan NR adalah kisahnya yang menyuguhkan dunia binatang, sehingga sangat memungkinkan mendorong karya ini menjadi produk teater yang cocok bagi tontonan keluarga segala umur. &lt;br /&gt;2. Meski demikian NR tidak lupa menyisipkan pesan moral yang intinya adalah keyakinan dan kecintaan akan kekuatan budaya sendiri serta untuk berani membangun jati diri bangsa tanpa harus terseret gaya bangsa lain. &lt;br /&gt;3. Bentuk Drama musikal adalah bentuk drama disertai dengan tarian dan nyanyian yang lebih menghibur. &lt;br /&gt;4. Drama musikal NR versi GMT 2011 ini juga dirancang untuk mengangkat gaya tari ballet, sesuatu yang belum pernah dilakukan teaterawan di Yogyakarta. &lt;br /&gt;5. Amanat utama dari NR yakni kepercayaan diri terhadap jati diri dan lokalitas akan ditabrakkan pada bentuk penggarapan yang justru diimpor dari barat (ballet dance), ini bukan berarti rancu, tapi justru memberi penyadaran yang tinggi bahwa bukan chauvinisme yang didorong, tetapi kesadaran pada potensi budaya sendiri dan potensi interkultural yang positif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan tematik :&lt;br /&gt;1. NR menyuguhkan sebuah nilai nasionalisme budaya yang sangat tegas, dalam naskah bagian akhir terdapat kalimat “Rimbayana memang harus kaya, harus maju, tetapi dengan tetap memegang jati diri Rimbayana, bukan jati diri negara lain!” Pesan yang agung ini tetap dibalut melalui kisah roman dan komedi yang menarik dan menghibur.&lt;br /&gt;2. Tokoh yang dimainkan dalam kisah NR adalah dunia binatang. Dalam cerita ini kita dapat menyebut beberapa jenis binatang langka seperti Harimau Jawa, Kakak Tua, Burung Hantu, Elang Jawa dan sebagainya. Beberapa jenis binatang tersebut ada yang sudah dinyatakan punah dan beberapa dalam kondisi terancam. Oleh karenanya Melalui NR kita dapat pula mengkampanyekan pentingnya melestarikan kekayaan satwa Nusantara dan bahkan mengkampanyekan gerakan konservasi satwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan SDM&lt;br /&gt;1. Pertunjukan ini dikerjakan secara kolektif oleh tim pengurus dan anggota GMT. Kelompok ini telah sejak berdiri (2005) memfokuskan diri pada penggarapan drama musikal meski dalam format sederhana. Pengalaman ini membuat GMT bisa dikatakan terpercaya untuk penggarapan drama musikal. &lt;br /&gt;2. NR Ballet Musical Show ini ditangani oleh M Ahmad Jalidu, penulis sekaligus sutradara GMT yang telah mengenal drama musikal sejak tahun 2000 bersama Teater Gardanalla, dilanjutkan sejak 2002-2007 aktif di Kelompok Sekrup juga memproduksi beberapa drama musikal, bahkan beberapa kali terlibat sebagai supervisor penggarapan drama musikal di dies natalis UNY 2007 dan 2009 serta ujian Kajian Drama jurusan PBSI UNY 2008-2010. &lt;br /&gt;3. Tata gerak akan dipercayakan kepada Scholastica W Pribadi. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Tari UNY ini juga sedang mendalami tari ballet di Bailamos Dance School. Scholastica juga berpengalaman menggarap pertunjukan sendratari dengan campuran tari Jawa dan Ballet pada bulan Maret 2011 lalu. &lt;br /&gt;Beberapa pemain yang terlibat juga adalah para pembelajar tari ballet dan pembelajar seni Akting teater. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAKSIKAN DI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GEDUNG SOSIETET MILITAIR, TAMAN BUDAYA YOGYAKARTA&lt;br /&gt;22-23 Desember 2011 jam 20.00 WIB&lt;br /&gt;TIket Rp 15.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Auditorium Universitas Muhammadiyah Magelang&lt;br /&gt;4 Januari 2012 jam 20.00 WIB&lt;br /&gt;Tiket Rp 8.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN TIKET SEKARANG JGA melalui 0856 2856 610 &lt;br /&gt;Tiket diantar ke alamat Anda (khusus dlam kota Jogja dan Sleman)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-6790116666015755417?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/6790116666015755417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=6790116666015755417' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/6790116666015755417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/6790116666015755417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2011/07/ballet-musikal-nyanyian-rimbayana.html' title='Ballet Musikal Nyanyian Rimbayana, produksi baru yang pantas dinanti...'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-uqC3Dp11Wzk/Tp0v6VocYdI/AAAAAAAAARQ/aQ7lO3VBCto/s72-c/poster%2Bneh.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-2806312167956558654</id><published>2011-11-26T01:15:00.001+07:00</published><updated>2011-11-26T01:18:20.684+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NYANYIAN RIMBAYANA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ULASAN'/><title type='text'>Ballet in the jungle</title><content type='html'>A Ballet Musical Theatre “Nyanyian Rimbayana” from GMT (Gamblank Musical Theatre)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Pricillia Winata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“What I have, that’s what I like. That’s the reason why I have the idea to make this show.”, said Didik Adi Sukmoko (32) while smocking his cigarette during the interview.&lt;br /&gt;Didik or M Ahmad Jalidu as he is populary known,  is the stage director of “Nyanyian Rimbayana” and one of the founder of GMT.  The idea to make this event came from when he met a friend (Tika) whose studying dance education in UNY. “Well, about 3 years ago, I met Tika. And since last few months she was studying Ballet and very excited about Ballet until now. Finally, I asked her to join this event as the choreographer of Ballet. She agreed and we started the preparation for this show,” said Mas Jali, trying remember that time.&lt;br /&gt;The preparation has been started since July, with the training is held  twice a week for July-August, from 07.00 PM-10.00 PM. For September – December, the schedule will be increased as the time of event closer.  Based on the plan, the event will be held on December, in Gedung Pamungkas. The training is done usually in Bale Samirono or UNY.&lt;br /&gt;For GMT, this is the first time this community combines ballet dance with theatre. No  theatre community in Jogja  has ever combined ballet dance and theatre before. Though this is the first time, Jali, as the founder of GMT, doesn’t give up and move on. This event is something new in GMT, and also in Jogja. It is rarely founded in Jogja  theatre communities who hold musical theatre; there are only some of them, for example: KOIN community. However, this community isn’t focus on musical theatre. This community only holds musical theatre once in a while. Musical and ballet are still new and interesting things in Jogja.  Both things make the curiosity for people to know it. “It is a challenge for GMT to make something new and different for the others, “said Jali spiritly.&lt;br /&gt;“Nyanyian Rimbayana” is  a musical drama, written by M Ahmad Jalidu, about an animal Kingdom (Rimbayana) which is lead by a king, a Javan tiger. Basically, this drama is a mirror of the society’s life. It’s an interesting story because it shows the good moral about love and spirit to build our identity  as Indonesian. This message is the reflection for society. Besides, this drama will be combined with ballet. In this show, the dance and action of the characters will follow the ballet technique. So, all the characters aren’t allowed to move and act generally. They should act like animals, but still in the ballet technique. It will make a new and different actions in this show.&lt;br /&gt;To act and dance in ballet technique aren’t easy thing, because most of the members  are never learn ballet before. That’s why the preparation for this show has been started since July. Most the members are the college students from UNY, USD, UAD,etc. All the members are trained by the choreographer, Scholastica.  The tecniques given are the basics of ballet; such as: point, sotte, classical walk,  etc. All the members  fight and practice hard for the best performance in this show. It’s very difficult for the members, but they never give up. They keep trying for the best show in December. &lt;br /&gt;Although the ballet techniques are basics, it’s combined with the acting as animals. So, the ballet techniques are combined with the acting as animals. It’s an improvisation. The result is a new harmony technique between ballet and acting as animals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Priscilia Winata, Student of English Literature, Sanata Dharma University.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-2806312167956558654?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/2806312167956558654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=2806312167956558654' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/2806312167956558654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/2806312167956558654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2011/11/ballet-in-jungle.html' title='Ballet in the jungle'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-2775310565783662908</id><published>2011-11-21T16:12:00.001+07:00</published><updated>2011-11-21T16:13:57.678+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Gamblank Musikal Teater - A Destiny of A Man</title><content type='html'>GMT, Gamblank Musical Theatre (Gamblank Musikal Theater), as its name, is a theater group that specialized on musical play performances, with the local culture symbols. It’s founded in April 13th 2005, after the some of the senior members of SEKRUP (the theater organization in UNY/Yogyakarta University) who were graduated and finished their studies, were forbid to join as the official members. It was Didik Adi Sukmoko, or mostly known as M. Ahmad Jalidu, his staged name, the leader of this theater organization along with the first 15 members, opened the way to the graduates (or the non-graduates who want to join) who still loves to act in play, fulfilling their dreams. It’s obvious that the passion of Didik and his fellow friends in theater are strong, since in the end of year, GMT will perform their newest play, “Nyanyian Rimbayana“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, Didik never knew that he would devote his life in theatre, further it’s a musical theatre, when he was young until he was a new student in UNY. Didik, born at April 18th 1979, was studying in Chemistry, the faculty of Science since 1997. Didik has already like art, but only for the music, not for theatre. He was in the band at that time, getting so much influence from the famous band such as Dewa 19. It’s funny that the origin of Didik’s staged name, Ahmad Jalidu, is a parody name from Ahmad Dhani, the member of Dewa 19, which given by his friend at that time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Furthermore, Didik was chosen to be the leader of new coming Art Organization in his faculty, well, ‘forced’ actually since he wasn’t getting into that at the first but his friends ‘tricked’ him to signed that. However, this is the reason why Didik got involved in theatre for the first time. It was in 1999, when the theatre division under the organization, SEKRUP, should perform for the “Welcoming of the New Students” event in his faculty. Due to the less of the performers, Didik was ‘forced again’ to join this performance. He may not the main actors, but this experience has allowed him to feel the something that made him choose to join in theatre, the feel when acted in the stage, the feel to be watched by audiences.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In 2000, in the lacks of theatre’s lecture, Didik was ‘forced again’ to be the leader of SEKRUP. Inexperienced in theater, Didik joined in other theatre group outside SEKRUP and learned the knowledge of theatre to be used for his own group. His effort also made him to choose the musical theatre, as the other group where he joined in was performing musical theatre, because it’s more entertaining for ordinary people, the audiences.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He was in SEKRUP until 2004, where he ended his study, which also made him not an official member of SEKRUP anymore. However, he and some friends were still passionable to act in play, on the stage, like they used to in SEKRUP. GMT was their answer. In the same year after GMT was founded, they performed “Panggil Aku Aziza”, wrote by Didik himself. Unfortunately, as the non-students performers anymore, they realized that their time was not as free as before. They need to work, since the art performances in Indonesia are not as respected as the big countries in Europe or America. Didik stated that they should lower their passion to be just hobby, an act that the other artists may see as a ‘cowardly’, but Didik realized that for now there’s no other way.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;According to that, Didik always have a dream when this country will respect the art works as much as they worth. Sometimes people can’t respect the hard works from the performers in order to make a very good performance. He also wanted to change that the theatre should be heavy, by focusing of the entertainment part of a play. He believes that a play should give a moral message, but not in the level where the audiences feel intimidated, so they always feel comfortable to watching upcoming play. Those are his dreams for now and he also said that he will not give up and will always produce another entertaining works with Gamblank Musical Theatre. (Gitaryan De Valdo – Student of English Literature, Sanata Dharma University - 084214052).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-2775310565783662908?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/2775310565783662908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=2775310565783662908' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/2775310565783662908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/2775310565783662908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2011/11/gamblank-musikal-teater-destiny-of-man.html' title='Gamblank Musikal Teater - A Destiny of A Man'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-3100370758147006511</id><published>2011-10-31T08:34:00.000+07:00</published><updated>2011-10-31T08:45:47.569+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NYANYIAN RIMBAYANA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>SIAPA BILANG HARIMAU JAWA PUNAH?</title><content type='html'>"Catatan ini diambil dari sumber lain, diposting ke halaman GMT dalam rangka meneriakkan semangat produksi pertunjukan teater musikal "NYANYIAN RIMBAYANA" Desember 2011, sekaligus turut menyemangati upaya-upaya penelitian dan penyelamatan Harimau Jawa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya ada siklus tujuh tahunan tentang kehebohan harimau jawa di TNMB. Tahun 1990 Pusat Informasi Pecinta Alam (PIPA) Besuki menyatakan menemukan jejak kaki harimau jawa. Tahun 1997 tim ekspedisi PL-Kapai ’97 mengklaim menemukan bekas aktivitas harimau jawa meliputi feses, cakaran di pohon, jejak tapak kaki dan rambut (seperti yang terpajang di web ini).&lt;br /&gt;Apakah periode defekasi harimau jawa selama tujuh tahun? Tentu tidak. Defekasi harimau di habitat insitunya dapat terjadi empat kali dalam satu minggu, bergantung pada pemangsaan dan besarnya mangsa. Tetapi mengapa setelah tujuh tahun baru ditemukan kembali feses harimau jawa? Tentu karena tidak ada periset yang memantau keberadaan harimau jawa di TNMB secara kontinyu, walau Jagawana sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya ada siklus tujuh tahunan tentang kehebohan harimau jawa di TNMB. Tahun 1990 Pusat Informasi Pecinta Alam (PIPA) Besuki menyatakan menemukan jejak kaki harimau jawa. Tahun 1997 tim ekspedisi PL-Kapai ’97 mengklaim menemukan bekas aktivitas harimau jawa meliputi feses, cakaran di pohon, jejak tapak kaki dan rambut (seperti yang terpajang di web ini). Walaupun sampel temuan rambut baru teridentifikasi sebagai milik harimau jawa setelah dianalisis pada tahun 2001 (Kompas, 29/09/2003). Agustus 2004 penduduk tepi kawasan TNMB menemukan feses harimau jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya pada tahun 1993 seorang jagawana TNMB pernah melihat langsung harimau loreng melintas di depan mobil yang ditumpanginya bersama turis asing sewaktu menuju pantai Sukamade (pengakuan langsung kepada penulis tahun 2002). Selain itu pasca ekspedisi PL-Kapai ‘97 pernah ditemukan feses harimau jawa oleh jagawana TNMB di Sukamade pada bulan Mei 1998. Feses tersebut berdiameter 7 cm, dengan pajang 25 cm, terdiri dari dua bolus, mengandung rambut kijang dan babi hutan. Berdasarkan ukuran feses diperkirakan tubuh harimau jawa pelaku defekasi memiliki panjang tubuh sekitar 300 cm dengan berat badan berkisar 200 kg.&lt;br /&gt;Berbagai temuan hasil ekspedisi PL-Kapai ‘97 diyakini milik harimau jawa setelah dilakukan penyaringan data secara ketat. Acuan pembanding bekas aktivitas berasal dari macan tutul dan harimau sumatera koleksi Kebun Binatang Surabaya (exsitu) serta dari TN Way Kambas Lampung (insitu). Setelah tahap penyaringan data dilalui justru diperoleh pengetahuan tentang kriteria ukuran baku bekas aktivitas harimau jawa ?tertuang dalam buku Berkawan Harimau Bersama Alam (terbit 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuktian keberadaan harimau jawa tidak hanya sebatas opini, sebab Desember 1998 diprakarsai Mitra Meru Betiri (MMB) cabang Jogjakarta ?Matalabiogama Fakultas Biologi UGM menyelenggarakan Seminar Nasional Harimau Jawa di UC UGM yang dihadiri oleh 150 akademisi dan praktisi hidupan liar. Seminar nasional itu terselenggara berkat dukungan Indonesian Wildlife Fund dan Sumatran Tiger Project ?(sekarang Sumatran Tiger Consevation Programe?). Pada seminar nasional tersebut dihasilkan 11 poin rekomendasi dan pengakuan eksistensi harimau jawa diberbagai hutan tersisa di Jawa, sehingga perlu dilakukan ekspedisi-ekspedisi susulan dengan melibatkan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika di Jogjakarta tahun 1998 dilakukan seminar nasional harimau jawa, pada tahun yang sama di Gunung Betiri seorang pemanen buah kemiri mengaku mengikuti harimau loreng betina dengan seekor anaknya selama tiga jam. Bahkan bulan September 2004 yang lalu, pemanen madu sempat menjumpai jejak macan selebar piring makan. Perjumpaan dengan harimau jawa juga terinformasikan oleh penduduk sekitar hutan lindung di Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan bahwa eksistensi harimau jawa tidak hanya di ‘habitat terakhirnya’ TN. Meru Betiri digaungkan oleh Tim Pembela dan Pencari Fakta Harimau Jawa (TPPFHJ) Kappala Indonesia ke seluruh Jawa. Sehingga bersama BKSDA Jatim II tahun 1999 dilakukan ekspedisi harimau jawa di luar kawasan Meru Betiri meliputi Gunung Ijen sampai Gunung Raung. Usaha pengumpulan data bekas aktivitas harimau jawa juga merambah kawasan Gunung Slamet Jawa Tengah tahun 1999 dan 2000. Hasilnya diketahui bahwa di Gunung Raung maupun di Gunung Slamet berlandaskan temuan rambut yang dianalisis menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) masih ada harimau jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pemfokusan kajian terhadap karnivor jawa, maka sejak 2002 TPPFHJ menyapihkan diri dari Kappala Indonesia menjadi PKJ. Gerakan penyelamatan harimau jawa kemudian dikembangkan ke dunia maya dengan alamat portal: www.javantiger.or.id. Sehingga dunia dapat mendengar bahwa harimau jawa di Pulau Jawa masih eksis dan masih menjadi bahan kajian serius. Terbukti dengan hasil skripsi 4 orang mahasiswa yang berhasil mencapai derajat sarjana (1 dari F.Biologi UGM mengangkat tema rambut; 2 dari Jurusan Biologi F.MIPA Unpad mengangkat tema rambut; dan 1 dari F.Geografi UGM mengangkat tema kelayakan TNMB sebagai habitat harimau jawa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan pembuktian keberadaan harimau jawa yang dilakukan oleh generasi muda Indonesia secara sungguh-sungguh selama bertahun-tahun sampai menguras kocek pribadi, tidak pernah mendapat respon positif dari bangsa ini. Bahkan banyak perilaku yang cenderung menisbikan usaha-usaha tersebut, salah satu contoh tercermin di harian Kompas (29/11/2004) yang mengusung berita tentang punahnya harimau jawa. Termuat di halaman 10 bertajuk: Populasi Harimau Terancam, pada alenia ketiga dituliskan: “Kini tiga dari delapan sub-spesies harimau sudah punah, yaitu harimau bali (1940-an), harimau kaspia (1970-an), dan harimau jawa (1980-an)”. Apakah sumber pengetahuan tentang keberadaan harimau jawa yang dihasilkan oleh anaknegri ini tidak bernilai ilmiah. Ataukah harus ‘bule’ dulu baru bisa diakui ke-ilmuannya oleh bangsa ini? Apakah feses temuan penduduk tepi hutan TNMB yang tersusun dari rambut babi hutan berdiameter 5 cm, panjang 22 cm, mengandung kuku kaki babi hutan pada pertengahan Agustus 2004 bukan milik harimau jawa? Padahal kandungan kuku kaki prey pada feses jelas menunjukkan bekas aktivitas macan loreng, karena macan tutul tidak berperilaku seperti itu.&lt;br /&gt;Menindak lanjuti terhadap temuan feses tersebut Kappala Jember, Balai TNMB, STCP dan PKJ serta PPS Jogja pada akhir Oktober 2004 yang baru lalu bergabung melakukan survey manual selama tujuh hari. Data terbaru yang ditemukan berupa cakaran harimau jawa dengan luka goresan tertinggi 226 cm dari permukaan tanah dan jarak antar goresan kuku 4 cm (dapat disaksikan pada video flip di web ini). Temuan itu penulis simpulkan sebagai bekas aktivitas harimau jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kasus publikasi temuan homo floresiensis alias manusia kerdil dari Liang Bua tidak akan pernah menimpa Panthera tigris sondaica yang endemik jawa. Dimana usaha pembuktian keberadaan ‘satwa punah’ yang telah dirintis anaknegri selama bertahun-tahun terhapus begitu saja oleh sebuah foto harimau jawa terbaru hasil jepretan peneliti dari ‘luar negeri’ yang selalu didukung dana dan peralatan canggih. Harapan itu akan terwujud jika pers turut peduli terhadap publikasi ilmiah temuan terbaru anaknegri Indonesia sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan argumen temuan data di atas, akhirnya kepada siapapun yang menyatakan harimau jawa punah, penulis ajukan pernyataan: buktikan bahwa harimau jawa sudah punah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didik Raharyono&lt;br /&gt;Kulonprogo, Januari 2005.&lt;br /&gt;Sumber http://www.warta.unair.ac.id&lt;br /&gt;URL http://www.warta.unair.ac.id/artikel/index.php?id=65&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-3100370758147006511?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/3100370758147006511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=3100370758147006511' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/3100370758147006511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/3100370758147006511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2011/10/siapa-bilang-harimau-jawa-punah.html' title='SIAPA BILANG HARIMAU JAWA PUNAH?'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-432227470749678254</id><published>2010-03-20T09:55:00.003+07:00</published><updated>2010-03-25T14:55:15.296+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>Operet CINTA BULAN PANDA'I</title><content type='html'>Gamblang Musikal Titer kali ini bekerja bareng dengan Teater Rimpu. Ini memang hanya proyek iseng-iseng dan sederhana yang dimulai dari permintaan mengisi sebuah acara di Sumbawa. Tetapi acara itu gagal karena ketidaksiapan panitia. Meski demikian, semua pemain tetap melanjutkan latihan dengan penuh tawa dan canda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operet CINTA BULAN PANDA'I, demikian M Ahmad Jalidu memberi judul pada cerita itu, adalah sebuah cerita rakyat dari Sumbawa, tetapi ada bagian tretentu yang sedikit dipelencengkan untuk alasan teknis dan non teknis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operet CINTA BULAN PANDA'I yang disikapi dengan sangat santai oleh para pemain gabungan ini akan ditampilkan di gedung JOGJA EXPO CENTER pada tgl 28 Maret 2010 Jam 20.00 WIB. Acara ini memang bukan acara mandiri GMT atau Rimpu, tetapi adalah untuk turut memeriahkan Ulang Tahun MALIOBORO HASH HOUSE HARIERS ke 16 yang dirayakan pameran multi produk di JEC 26-28 Maret 2010. GMT dan Rimpu akan menjadi persembahan penutup dalam rangkaian acara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;OPERET CINTA BULAN PANDAI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;JEC 28 Maret 2010 | 13.30 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutradara : M Ahmad Jalidu&lt;br /&gt;Musik Composser : Tyas Kusumawan&lt;br /&gt;Ilustrasi : Rahmat Widjayanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menampilkan Febrinawan Giant, Ulin Najah, Rizal M Fikri, Suyatman, Muchammad Muadib dan kawan-kawan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-432227470749678254?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/432227470749678254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=432227470749678254' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/432227470749678254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/432227470749678254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2010/03/operet-cinta-bulan-pandai.html' title='Operet CINTA BULAN PANDA&apos;I'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-2920796501563079305</id><published>2010-01-08T05:16:00.003+07:00</published><updated>2010-01-08T05:35:02.410+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>SAMPEK ENGTAY dan Tawa Terburai...</title><content type='html'>Ujian Kajian Drama PBSI 07 kelas GH didukung GMT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung Lab Pertunjukan Fakultas Bahasa Seni Universitas Negeri Yogyakarta penuh sesak oleh muda-mudi yang rata-rata adalah mahasiswa. Mereka rela berjejal lesehan dan sebagian bahkan berdiri selama kurang lebih 130 menit. Senin malam, 4 Januari 2010 itu adalah giliran kelas mahasiswa-mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNY angkatan 2007 kelas GH mempresentasikan tugas mata kuliah Kajian Drama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAMPEK ENGTAY lakon versi N Riantiarno yang dipilih kelas itu ditampilkan dengan sangat meriah. Setting panggung yang berwarna merah dan kostum ala china berbahan satin yang mengkilap, didukung alunan musik yang sangat indah dari barisan musik GMT menambah gempita pertunjukan malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertunjukan yang merupakan ajang pembelajaran drama ini adalah tradisi tahunan di jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNY melalui mata kuliah Kajian Drama yang diampu oleh Dr. Suroso untuk Program studi PBSI dan Bp NUrhadi untuk Program Studi Sastra Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas GH menggandeng Gamblank Musikal Teater sebagai pendukung mereka. Sebagaimana disyaratkan oleh Jurusan, mereka diwajibkan menunjuk seorang supervisor untuk menyempurnakan karya mereka. GH dengan naskah Sampek Engtay meminta M Ahmad Jalidu, direktur dan sutradara Gamblank Musikal Teater yang lalu menurunkan skuad GMT untuk membantu di lini artistik terutama Tata panggung dan musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mengherakan, selama 2 jam sepuluh menit, penonton riuh tertawa menanggapi berbagai lelucon yang dikreasi Rizky Ling-ling (sutradara) atas arahgan supervisor M Ahmad Jalidu. 9 lagu aransemen Bahrudin F Bolu pun terdengar sangat apik mengantarkan kemeriahan dan kesenduan adegan-adegan dalam sampek engtay ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sangat menikmati dan saya merasakan suasana menonton pertunjukan yang sangat meriah dan menyentuh. luar biasa sekali." demikian komentar Ibu Pangesti, Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini manajemen GMT sedang menjajaki kemungkinan untuk memproduksi kembali Sampek Engtay dengan menampilkan Aktor-aktor andalan GMT. Kita tunggu tanggal mainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-2920796501563079305?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/2920796501563079305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=2920796501563079305' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/2920796501563079305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/2920796501563079305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2010/01/sampek-engtay-dan-tawa-terburai.html' title='SAMPEK ENGTAY dan Tawa Terburai...'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-1690734347035919608</id><published>2009-12-18T12:19:00.001+07:00</published><updated>2009-12-18T12:22:30.190+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>Refleksi yang seksi dari GMT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SysRX6hVGwI/AAAAAAAAAPA/VMoJ67PICHA/s1600-h/flier+cangkang.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SysRX6hVGwI/AAAAAAAAAPA/VMoJ67PICHA/s320/flier+cangkang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416442079386868482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ETALASE BONEKA-BONEKA KACA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghiasi penghujung tahun ini, Gamblank Musikal Teater Yogyakarta akan kembali menampilkan pertunjukan mereka. Sejalan dengan musim yang tak tentu, di tengah semangat suasana tahun baru Hijriah dan Masehi, juga kesucian Natal, mereka menyajikan sebuah repertoar yang reflektif dan unik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ETALASE BONEKA-BONEKA KACA, demikian tajuk dari pertunjukan eksperimen GMT ini, ditulis dan disutradarai oleh Agung Wijaya dengan asisten Sutradara Alex Suhendra. EBBK adalah sekuel kedua dari serial Cangkang yang di mulai pada sekuel pertama Mayat-mayat Cinta (2008). Tema yang bersumber pada fenomena keseharian di kalangan remaja dan muda mudi ini terasa cocok benar jika disajikan di Balai Budaya Samirono. Sebuah pendhapa di tengah kampung kost-kostan padat dan penuh dengan hiruk pikuk orang-orang muda. EBBK akan digelar 22 Desember 2009 dimulai pukul 19.45 WIB. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya pertunjukan EBBK tak jauh beda dengan apa yang mereka sajikan bulan April silam dalam Mahabarata Kiss Me Please. Pola akting realisme dengan bloking yang menyebar acak dan menembus batas panggung-penonton, dengan sesekali dipotong oleh mini konser dari sekelompok musisi. Mengenai tema, kali ini Agung Wijaya hendak mengantarkan pertanyaan dan sentilan untuk teman-teman sebaya dan adik-adiknya terutama dari kalangan perempuan berbaju seksi. Mode baju ketat dan minim yang kian hari terus melanda mengamini ”pemanasan global” ini memang mau tidak mau menyita perhatian kita, baik yang ”jengah” maupun yang ”bungah”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memanfaatkan kepiawaian akting dari Alex Suhendra, Febrinawan Giant, Triyani Tya, Maftuhah Rahayu dan kawan-kawan, Agung dan GMT memang menghindari sebuah ”kampanye moral” ataupun ”pengajian” terselubung. Akan tetapi lewat EBBK ini ia hendak mempertanyakan kembali, adakah kemungkinan cuaca menjadi kembali menentu? Adakah kemungkinan pakaian benar-benar menjadi sebuah cermin jiwa sebagaimana sesanti jawa ”Ajining raga saka busana” (jatidiri raga dari busana). Andai saja pakaian benar-benar sebuah ”cangkang” atau identitas luar yang mampu merujuk identitas dalam, mestinya pakaian ini mampu menggambarkan style, selera dan kepribadian jiwa yang tertutupinya. Tapi sayangnya hari ini tidak demikian. Keadaan muda-mudi kita lebih bisa dibilang ”anut grubyug ora ngerti rembug” atau hanya ikut-ikutan tanpa tahu apa sejatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Di kuliah pake baju sangat tertutup lalu, sorenya jalan-jalan santai dengan skuter matic dan hot pants. Aneh kan? Sudah gitu, ditanya kenapa pilih pakaian itu? Jawabnya tidak tahu, atau suka aja. Ini juga tidak hanya pada pakaian seksi-seksi itu, tapi juga pada mode-mode lain seperti gaya punk, metal, jepang dan sebagainya. Semua itu mungkin hasil impresi media dan iklan. Inilah budaya kulit. Budaya cangkang yang tidak sempurna. Padahal toh cangkang telur ayam saja beda sama cangkang telur bebek.” demikian penjelasan Agung Wijaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di barisan musik, Adi Saputra yang dijatah menggantikan Bahrudin F Bolu di meja aransemen lagu menumpahkan kreatifitasnya pada musik dangdut sebagaimana permintaan sutradara. ”Ini adalah tandem baru di GMT, biasanya pasangan sutradara dan musik adalah saya dan Bahrudin F Bolu. April 2009 lalu Alex Suhendra maju sebagai sutradara dan mengaransemen musiknya sendiri, dan sekarang Agung dan Adi. Mereka kelihatannya klop. Bagi saya ini sangat membanggakan, tidak ada dominasi person, semua berkesempatan sama dan kami semakin menikmati hoby ini.” ujar M Ahmad Jalidu, ketua GMT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertunjukan ini didukung sepenuhnya oleh Balai Budaya Samirono dan Sindikat Daya Guyub. EBBK terbuka untuk umum dan tidak menjual tiket. Akan tetapi para penonton dipersilakan memberikan ”saweran” atau sumbangan dalam amplop. ”anggap saja Anda sedang njagong manten.” celetuk Jalidu dengan tawa renyah mengakhiri penjelasannya. Informasi mengenai pertunjukan ini dapat diperoleh melalui 08562856610. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;TIM KERJA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis Naskah dan Sutradara : Agung Wijaya&lt;br /&gt;Asisten Sutradara : Alex Suhendra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktor : Alex Suhendra&lt;br /&gt; Maftuhah Rahayu&lt;br /&gt; Triyani Tya&lt;br /&gt; Febrinawan Giant&lt;br /&gt; Rio Handziko&lt;br /&gt; Hevi Nugraheni&lt;br /&gt; Dewi Wijayanti&lt;br /&gt; Wirastuti&lt;br /&gt; Magdalena Wulan&lt;br /&gt; Rizkha D Ridwan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Song Composer : Adi Saputra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musisi : Adi Saputra&lt;br /&gt;  Bahrudin F Bolu&lt;br /&gt;  Nucky Sulistyo&lt;br /&gt;  Tyas Kusumawan&lt;br /&gt;  M Ahmad Jalidu&lt;br /&gt;  Adit &lt;br /&gt;          Sugito HS&lt;br /&gt;          Yeri Eka P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sound Engineer : The Marnos &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produser : M Ahmad Jalidu&lt;br /&gt;Asisten Produser : Muchammad Muadib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain Grafis dan Foto : Wiwis Sagulma Design&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gamblank Musikal Teater Yogyakarta &lt;br /&gt;http://teatergmt.blogspot.com&lt;br /&gt;email : zonagamblank@yahoo.com &lt;br /&gt;FB : Gamblank Musikal Teater&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-1690734347035919608?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/1690734347035919608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=1690734347035919608' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/1690734347035919608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/1690734347035919608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2009/12/refleksi-yang-seksi-dari-gmt.html' title='Refleksi yang seksi dari GMT'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SysRX6hVGwI/AAAAAAAAAPA/VMoJ67PICHA/s72-c/flier+cangkang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-2427779594127809715</id><published>2009-11-22T07:24:00.004+07:00</published><updated>2009-11-22T07:54:08.475+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>KAOS GMT MONOCHROME EDITION</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SwiLhuZ25TI/AAAAAAAAAOg/Q7sweY6euqY/s1600/Ungu.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 117px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SwiLhuZ25TI/AAAAAAAAAOg/Q7sweY6euqY/s320/Ungu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406724764166710578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SwiLHmmgYAI/AAAAAAAAAOY/rVdr1-AxmWg/s1600/Putih.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 118px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SwiLHmmgYAI/AAAAAAAAAOY/rVdr1-AxmWg/s320/Putih.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406724315395678210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SwiLHaUQvHI/AAAAAAAAAOQ/faFv9c9TX9c/s1600/Pink.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 118px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SwiLHaUQvHI/AAAAAAAAAOQ/faFv9c9TX9c/s320/Pink.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406724312097930354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SwiLHF7TfWI/AAAAAAAAAOI/KAP4P7FmfzA/s1600/Oranye.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 118px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SwiLHF7TfWI/AAAAAAAAAOI/KAP4P7FmfzA/s320/Oranye.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406724306624544098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SwiLG0FD3VI/AAAAAAAAAOA/T5PbyryY5ck/s1600/Merah.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 117px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SwiLG0FD3VI/AAAAAAAAAOA/T5PbyryY5ck/s320/Merah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406724301833624914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SwiLGSPdsII/AAAAAAAAAN4/fIRKYtnMbxw/s1600/Kuning.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 117px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SwiLGSPdsII/AAAAAAAAAN4/fIRKYtnMbxw/s320/Kuning.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406724292750454914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SwiJur7mlwI/AAAAAAAAANw/hbTI7hFjJGc/s1600/Kuning+Pisang.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 118px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SwiJur7mlwI/AAAAAAAAANw/hbTI7hFjJGc/s320/Kuning+Pisang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406722787817985794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SwiJuT9zTPI/AAAAAAAAANo/6Qn0T2N9fu0/s1600/Hitam.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 118px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SwiJuT9zTPI/AAAAAAAAANo/6Qn0T2N9fu0/s320/Hitam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406722781384756466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SwiJuBqexGI/AAAAAAAAANg/fjMFS5kxepA/s1600/Hijau+Army.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 118px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SwiJuBqexGI/AAAAAAAAANg/fjMFS5kxepA/s320/Hijau+Army.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406722776471880802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SwiJtkbWscI/AAAAAAAAANY/aTCERk0sT1c/s1600/Coklat.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 118px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SwiJtkbWscI/AAAAAAAAANY/aTCERk0sT1c/s320/Coklat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406722768623808962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SwiJtUKVaJI/AAAAAAAAANQ/PSMLEfq9TsI/s1600/Biru+Donker.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 118px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SwiJtUKVaJI/AAAAAAAAANQ/PSMLEfq9TsI/s320/Biru+Donker.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406722764257454226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear penyuka GMT. Menandai persiapan produksi terbaru, ETALASE BONEKA-BONEKA KACA, Manajemen GMT kembali akan meluncurkan Merchandise terbaru berupa sebuah T-Shirt. &lt;br /&gt;T-Shirt bergambar logo GMT ini akan diluncurkan bulan Desember. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaos ini bebas dimiliki oleh siapapun baik, aktor, pengurus, penggemar maupun siapapun Anda. Kaos ini dijual secara pre-order dengan harga Rp 35.000,00 (belum termasuk ongkos kirim untuk luar Jogja). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik dari kaos Monochrome Edition ini adalah diproduksi dalam bermacam warna sehingga Anda bisa tetap tampil beda meski di tengah-tengah sesama pemakai kaos GMT sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera pesan melalui HP 08562856610.&lt;br /&gt;pastikan Anda melewati akhir tahun dengan kaos GMT yang keren dan manarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur&lt;br /&gt;Didik Adi Sukmoko&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-2427779594127809715?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/2427779594127809715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=2427779594127809715' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/2427779594127809715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/2427779594127809715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2009/11/kaos-gmt-monochrome-edition.html' title='KAOS GMT MONOCHROME EDITION'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SwiLhuZ25TI/AAAAAAAAAOg/Q7sweY6euqY/s72-c/Ungu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-1911693633334100262</id><published>2009-10-07T05:16:00.001+07:00</published><updated>2009-10-16T04:16:23.599+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>Solo Songlit Alex Suhendra : LELAKI YANG TERINDAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SAKSIKAN&lt;/span&gt; ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solo Songlit&lt;br /&gt;LELAKI YANG TERINDAH&lt;br /&gt;Alex Suhendra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lab Teater SMK 17 Magelang.&lt;br /&gt;Jl. Elo Jetis no 17 Magelang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30 Oktober 2009 | 19.35 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiket Rp 5.000.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solo Songlit adalah pertunjukan monoplay yang merengkaikan lagu-lagu di dalam monolog. Lelaki yang Terindah akan ditampilkan sendiri oleh Alex Suhendra dengan mengambil dasar cerita berdasarkan cerpen Lelaki yang Terindah (Seno Gumira Ajidarma) dan lagu-lagu original karya Alex Suhendra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi :&lt;br /&gt;Jali 08562856610&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-1911693633334100262?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/1911693633334100262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=1911693633334100262' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/1911693633334100262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/1911693633334100262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2009/10/lowongan-aktris.html' title='Solo Songlit Alex Suhendra : LELAKI YANG TERINDAH'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-6527959653280864950</id><published>2009-07-13T12:43:00.002+07:00</published><updated>2009-07-13T12:52:57.969+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>GMT COUSTIC menggoyang Konfrensi Kampung</title><content type='html'>GMT Coustic secara mendadak diminta oleh panitia sarasehan kampung budaya yang menjadi bagian dari rangkaian Konferensi International dan Festival Kampung di Balai Budaya Samirono 11 Juli 2009 lalu. Acara tersebut berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Namun GMT coustic tampil pada oukul 19.30 WIB bertepatan dengan pemotongan tumpeng dan pembukaan sarasehan olek Kepala Desa Catur Tunggal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GMT memainkan 4 lagu termasuk 2 lagu karya Giwang Topo. malam itu GMT coustic diperkuat oleh Jali (gitar, vokal), Mawan (gitar), Adi (Bass), Giwang (Biola, backing vokal). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya mereka juga kembali menggeber lagu-lagu kenangan dan religi di perhelatan pernikahan Thifa dan Fikri di Asrama Haji Yogyakarta. Ditambah dengan kekuatan NUcky (perkusi) dan Lina (vokal) GMT Coustic membuat suasana pernikahan itu lebih hangat, cair dan tetap romantis. Selamat buat kalian...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-6527959653280864950?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/6527959653280864950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=6527959653280864950' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/6527959653280864950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/6527959653280864950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2009/07/gmt-coustic-menggoyang-konfrensi.html' title='GMT COUSTIC menggoyang Konfrensi Kampung'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-7410118258966435308</id><published>2009-04-19T08:49:00.002+07:00</published><updated>2009-04-19T09:12:22.321+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DOKUMEN PUBLIKASI'/><title type='text'>Release "Mahabarata : Kiss Me Please" - Antara News</title><content type='html'>"Mahabarata: Kiss Me, Please" Digelar Teater Gamblang&lt;br /&gt;/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 17 April 2009 | 02:31 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YOGYAKARTA, KOMPAS.COM--Gamblank Musikal Teater (GMT) Yogyakarta akan mementaskan lakon "Mahabarata: Kiss Me, Please" (MKMP) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), 24 dan 25 April mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam pementasan yang didukung Kelompok Sekrup Fakultas MIPA UNY itu, GMT memindah uraian kisah Mahabarata ke dalam panggung yang tidak lazim," kata sutradara dan penulis naskah Alex Suhendra di Yogyakarta, Kamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, sebagaimana semua macam cerita nyata, tidak ada yang jelas antara lazim dan tidak. GMT akan mengatur adegan kisah Mahabarata itu dengan menggunakan lensa imajinasi tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula teknik suguhan adegan dalam Mahabarata. Bahkan, sebagaimana semangat realisme untuk memindahkan semaksimal mungkin kewajaran sehari-hari ke atas panggung, MKMP tidak menghedaki ada aktor yang diam menunggu giliran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam kenyataan sehari-hari, kita selalu sedang melakukan sesuatu ketika orang lain juga sedang melakukan sesuatu. Bahkan, kita cenderung sering kali tampil sebagaimana seorang model dalam fashion show, selalu melintas hanya untuk dilihat," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, sering kali nimbrung dalam kerumunan, berbicara sedikit lebih keras, hanya untuk diperhatikan, hanya untuk melintas meskipun kadang-kadang ada motif lain yang lebih dahsyat, sebuah manuver politik yang berdalih fashion show, yakni hanya ingin melintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertunjukan itu pun hanya ingin melintas, tidak ingin menanamkan sesuatu pada pikiran penonton. Benar-benar hanya ingin melintas, sebab kalaupun ini manuver politik cinta, tentu saja kami rahasiakan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pementasan MKMP itu didukung pemain Ahmad Jalidu, Agung Wijaya, Maftu Rahayu, Suyatman, dan Rio Handziko dengan musik ilustrasi oleh&lt;br /&gt;Bahrudin F Bolu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di www.antara.co.id dan www.kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-7410118258966435308?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/7410118258966435308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=7410118258966435308' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/7410118258966435308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/7410118258966435308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2009/04/release-mahabarata-kiss-me-please.html' title='Release &quot;Mahabarata : Kiss Me Please&quot; - Antara News'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-719971859455564628</id><published>2009-04-18T03:47:00.003+07:00</published><updated>2009-04-19T09:17:36.972+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DOKUMEN PUBLIKASI'/><title type='text'>Release "Mahabarata : Kiss Me Please" - Kedaulatan Rakyat</title><content type='html'>15/04/2009 08:48:23 MERAYAKAN semangat di usia ke-4, Komunitas Gamblank Musikal Teater (GMT) kembali menggelar pertunjukannya. Pada 24-25 April pukul 20.00 mendatang GMT akan mempertunjukkan eksperimen pertunjukan mereka di halaman belakang gedung FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta. Alex Suhendra, sutradara yang kali ini mendapat jatah menggarap pertunjukan GMT, sekaligus juga menulis naskahnya yang berjudul ‘Mahabarata: Kiss Me Please’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal berbeda dibanding pertunjukan GMT sebelumnya. Salah satunya mengenai sutradara. Ahmad Jalidu, adalah nama yang selalu muncul sebagai sutradara pada 3 pertunjukan GMT terdahulu. “Ini bukan regenerasi, karena Ahmad Jalidu belum pantas dipensiunkan, sementara Alex Suhendra juga bukan generasi di bawahnya. Mereka satu level, hanya masalah pemerataan kesempatan saja,” kata Didik Adi Sukmoko, Ketua GMT, belum lama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang perlu dicatat adalah, dalam pementasan ‘Mahabarata: Kiss Me Please’ nanti akan ditemukan gaya yang jauh berbeda dengan gaya GMT lawas. Tentu saja ini karena pertunjukan ditangani oleh sutradara yang berbeda. Dan yang pasti, Alex Suhendra memang sedang bereksperimen dalam model pemanggungan. Salah satu ekplorasinya adalah bentuk panggung yang tidak lazim dan pola adegannya. “Penonton akan disuguhi sebuah adegan yang tidak bisa dikatakan realisme, tetapi kalau masing-masing tokoh disorot secara parsial, pola aktingnya adalah realisme,” ujar Ahmad Jalidu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemungkinan-kemungkinan lain, itu yang saya percaya. Kalau sistem pemungutan suara saja bisa terus dieksplorasi berbagai kemungkinannya, apalagi teater yang bagi saya hampir tidak ada batasnya. Masalah lebih menguntungkan yang mana, itu akan terjawab kalau percobaan-percobaan itu telah selesai,” tambah Alex Suhendra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Mahabarata : Kiss Me Please’, cerita dasarnya memang diambil dari petikan kisah Mahabarata, tetapi Alex melakukan transformasi ke masa kini dan menawar kembali asal-usul dan kisah tokoh-tokoh itu. Kali ini GMT menampilkan 6 orang aktor yaitu Alex Suhendra, Agung Wijaya,  Ahmad Jalidu, Maftu Rahayu, Rio Handziko dan Suyatman. Untuk menyaksikan pertunjukan ini penonton dikenai harga tiket sebesar Rp 10.000 dengan mendapat bonus perdana Tri plus pulsa Rp 15.000. Pertunjukan ini didukung oleh Kelompok Sekrup FMIPA UNY dan Jaringan GSM Tri. (Cdr)-m&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di Kedaulatan Rakyat, 15 April 2009&lt;br /&gt;juga dimuat di www.gong.tikar.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-719971859455564628?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/719971859455564628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=719971859455564628' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/719971859455564628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/719971859455564628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2009/04/mahabarata-kiss-me-please.html' title='Release &quot;Mahabarata : Kiss Me Please&quot; - Kedaulatan Rakyat'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-8284183748305416954</id><published>2009-04-16T17:48:00.000+07:00</published><updated>2009-04-16T17:50:39.092+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>EKPERIMEN PARAREALIS pada Mahabarata : Kiss Me Please</title><content type='html'>Dramatika paling benar adalah kehidupan nyata. Inilah basis dari eksplorasi yang kami sebut pararealis itu. Basis ini tidak ada bedanya dengan basis dari realisme konvensional sekalipun. Tetapi dalam praktiknya tentu saja berbeda. Realisme yang sudah dikenal adalah memotret satu scene / satu frame kejadian nyata dan diadaptasi ke atas panggung sehingga panggung berusaha mewujudkan set dan aksi sebagaimana kewajaran nyata. Namun seringkali realisme versi ini dilebihkan dan cenderung sempit serta “cengeng” (dalam kasus tertentu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pararealisme menyadari bahwa setiap orang memilki urusannya sendiri, dunianya sendiri yang kami sebut semesta individu. Semesta individu ini lebih banyak berjalan sendiri-sendiri meski sesekali saling menjalin dengan semsesta individu lainnya. Dari sinilah pola adegan diturunkan. Bahwa ketika seseorang melakukan atau mengalami sesuatu, seseorang lainnya juga sedang melakukan atau mengalami sesuatu yang lain. Ini adalah kenyataan yang tidak bisa dan tidak perlu disembunyikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, ini adalah pertunjukan yang memerlukan story, atau kisah sebagai tulang punggung. Panggung Mahabarata akan tetap menyajikan story itu, namun bukan berarti melenyapkan tokoh-tokoh yang sedang tidak berada di jalur utama story itu. Parallel dengan adegan sebagai story utama, panggung juga akan menunjukkan tokoh-tokoh lain yang sedang menjalani semesta individu mereka sendiri-sendiri. Ini seperti melakukan cropping terhadap masing-masing individu yang lalu di “paste” ke panggung. Yang nampak adalah sebuah adegan semi realis yang dikelilingi oleh adegan-adegan perorangan yang nampak tidak saling terkait. Adegan-adegan samping inilah wujud dari semesta individu. Jika dilihat per-individu, akan tampak sesuatu yang tidak aneh. Misalnya seseorang mengaji, yang lain berjualan, ada yang sedang makan, merokok, chating dsb. Meski karena diperlihatkan dalam jarak yang berdekatan dalam satu area pertunjukan, maka tampak menjadi tidak realis. Inilah yang kami sebut pararealis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pararealis bertolak belakang dengan realisme konvensional yang cenderung ingin mengilusi penonton agar larut dalam dramatika yang dibangun. Pararealis ingin mengatakan bahwa, tidak ada ketegangan, kesedihan, atau rasa terancam yang global. Segala emosi berada dalam wilayah semesta individu, atau paling-paling komunal. Secara universal, kehidupan itu selalu tampak biasa-biasa saja, atau sebaliknya, menjadi sangat memprihatinkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-8284183748305416954?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/8284183748305416954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=8284183748305416954' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/8284183748305416954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/8284183748305416954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2009/04/ekperimen-pararealis-pada-mahabarata.html' title='EKPERIMEN PARAREALIS pada Mahabarata : Kiss Me Please'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-6304780157713837207</id><published>2009-03-26T14:15:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T14:19:15.754+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ULASAN'/><title type='text'>Mahabharata : Kiss me, Please - Pertunjukan teater berbalut spirit fashion show</title><content type='html'>Naskah dan Sutradara : Alex Suhendra&lt;br /&gt;Pencipta Lagu : Alex Suhendra&lt;br /&gt;Ilustrasi Musik : Bahrudin F. Bolu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktor : &lt;br /&gt;• Alex Suhendra&lt;br /&gt;• M. Ahmad Jalidu&lt;br /&gt;• Agung Wijaya&lt;br /&gt;• Maftu Rahayu&lt;br /&gt;• Suyatman&lt;br /&gt;• Rio Handziko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep pemanggungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di panggung, kita mengenal istilah side wing; tempat di mana aktor-aktor lain menunggu dan melakukan persiapan untuk adegan selanjutnya selama lakon dalam stage utama dimainkan. Dengan begitu mereka (aktor-aktor di dalam side wing) bisa dikatakan terlepas dari interaksi karakter dalam dunia naskah yang tengah dilakonkan. Kemudian pertanyaannya adalah; apakah dalam kehidupan sehari-hari kita hanya diam menunggu, (duduk di side wing) selama si A atau si B jalan-jalan di mall? Tentu saja tidak, karena manusia-manusia lain juga melakukan aktifitas keseharian mereka dengan atau tanpa sepengetahuan orang lain. Jadi, jika kita umpamakan bumi ini adalah sebuah panggung, maka sudah jelas bahwa orang-orang (aktor) yang hidup di dalamnya tidak pernah tinggal (hanya diam) menunggu (lebih tepat dikatakan menonton dan kemudian hanya jadi oknum-oknum luar yang tertidur) selama kerja manusia lain sedang berlangsung. Maka tidak ada fokus. Semuanya bergerak (global moving) demi kepentingan, urusan, dan melakukan aktifitas keseharian masing-masing individu yang kemudian mempertemukan mereka dalam satu mikro komuni cerita yang sama, dalam adegan yang muncul, lantas menjadi keping-keping populasi dan komunitas yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kasus di atas itulah kemudian saya terinspirasi untuk menggunakan konsep pamanggungan yang saya beri istilah Global Moving. Di mana pangggung tidak menggunakan side wing, dan aktor-aktor yang terlibat terus beraktifitas sesuai konteks karakter dalam naskah yang tengah diusung ke atas panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode penyutradaraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola akting Realis(me) adalah pola akting yang pijakannya dicuplik dari kehidupan keseharian. Fisiologis, psikologis, dan sosiologis karakter yang dimainkan aktor harus seperti (jika boleh dikatakan; persis) dalam keseharian. Berlaku dan berucap seperti seharusnya manusia. Detil dan tetek bengek pengadeganan harus mampu memunculkan kesan tersebut. Dan saya rasa, untuk beberapa hal, Realisme kemudian menjadi semacam dasar lain menuju terciptanya metode-metode penyutradaraan. Memang, pola akting Realisme bukan yang paling tua di antara sekian banyak konsep pemanggungan, tapi pijakan pola akting realisme sendiri adalah hal yang sungguh purba, yaitu keseharian manusia itu sendiri. Berdasarkan itu, demi memenuhi konsep Global Moving yang saya usung, maka saya pakai pola akting Realisme sebagai pijakan aktor-aktor selama berkutat dalam pencarian motivasi, situasi, dan kepentingan penciptaan pondasi karakter dengan teknik pendekatan psikologis, sosiologis juga historis tokoh yang kelak dimainkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah proses itu selesai, saya gunakan teknik zoom in seperti yang ada pada mikroskop. Baiknya kita bicarakan sedikit tentang mikroskop. Salah satu fungsi alat ini adalah untuk memperbesar gambar sebuah preparat atau spesimen yang tengah diteliti. Benda-benda serta mahluk yang tak mampu kita lihat dengan mata telanjang dapat terbantu dikenali keberadaannya lewat mikroskop. Sehingga detil-detil yang terlalu rapat sekalipun akan tampak besar dan renggang satu sama lain ketika dilihat di bawah lensa mikroskop. Lantas aplikasi dari teknik zoom mikroskop ini aku terapkan untuk beberapa adegan yang ketika dimainkan dengan konvensi pemanggungan realisme biasanya terkesan berdekat-dekatan. Sebagai contoh; adegan dua orang yang sedang marah atau sedang penuh nafsu dalam adegan pelukan, akan punya jarak yang cukup renggang (secara fisik) ketika menggunakan teknik zoom in tersebut. Mereka kemudian seakan punya garis vektor, jalur gerak, motivasi, dan akhirnya menjadi sebuah pertunjukan tersendiri ketika jarak kedua orang (atau lebih) tersebut mengalami perbesaran ataupun dibesarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alex Suhendra : Sutradara MAHABARATA : Kiss me Please.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-6304780157713837207?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/6304780157713837207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=6304780157713837207' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/6304780157713837207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/6304780157713837207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2009/03/mahabharata-kiss-me-please-pertunjukan.html' title='Mahabharata : Kiss me, Please - Pertunjukan teater berbalut spirit fashion show'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-1380931801730259963</id><published>2009-03-26T14:04:00.001+07:00</published><updated>2009-03-26T14:08:00.988+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ULASAN'/><title type='text'>MAHABARATA : Kiss me, Please --- MENENGOK CINTA Berujung Politik</title><content type='html'>Naskah dan Sutradara : Alex Suhendra&lt;br /&gt;Pencipta Lagu : Alex Suhendra&lt;br /&gt;Ilustrasi Musik : Bahrudin F. Bolu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktor : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Alex Suhendra&lt;br /&gt;• M. Ahmad Jalidu&lt;br /&gt;• Agung Wijaya&lt;br /&gt;• Maftu Rahayu&lt;br /&gt;• Suyatman&lt;br /&gt;• Rio Handziko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa dan kenapa cerita ini? :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana datangnya cinta ...?&lt;br /&gt;Dari mata turun ke hati (?)&lt;br /&gt;Sejak kapan adanya cinta..?&lt;br /&gt;Hanya pencipta, (atau iblis?) yang tahu pasti ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naif ... ??&lt;br /&gt;Mungkin itu yang terlintas di benak Anda saat membaca ungkapan di atas, terlebih di dua baris terakhir. Tapi biarlah kalimat itu ada…, benar atau salah! &lt;br /&gt;Toh, seandainya itu benar-benar muncul pun, siapa yang lantas benar-benar bisa menjawab?? Alih-alih menjawab, sebagian kita mungkin lebih memilih acuh-berlalu…&lt;br /&gt;Masalahnya, tak ada di antara kita yang tak bisa "lepas" dari cinta. Ya, kan? Di sini, suka atau tidak, dengan adanya cinta kita lalu bersinggungan dengan praksis (politik) kekuasaan atas nama, dari, dan, karena, untuk, CINTA. &lt;br /&gt;Sadar atau tidak, dan setuju atau tidak, siapa saja yang saat ini sedang jatuh cinta, atau sedang mencintai, atau yang diputus cinta, berarti pasti sedang berada dalam lingkaran permainan politik kekuasaan itu. Permainan yang jelas melibatkan subyek – obyek: siapa yang menguasai siapa, siapa yang dikendalikan siapa ...?! &lt;br /&gt;Nah, persoalan 'sejak kapan', pun akhirnya muncul juga dan harus dihadapi. Jika tidak, bisa dibilang orang itu telah kehilangan kendali kekuasaan atas dirinya sendiri. Kenapa? Karena pertanyaan 'sejak kapan' itu bisa menjadi titik atau ruang bercermin bagi orang tersebut mempertanyakan kembali posisi dirinya; menguasai atau dikuasai..?? &lt;br /&gt;Ibarat kotak hitam pesawat, atau sidik jari pada satu kasus, perkara 'sejak kapan' hadir sebagai saksi bisu yang tak-tampak atas segala kejadian relasi cinta yang telah, sedang atau akan berlangsung pada diri seseorang. Catatan yang menjadi dasar berpijak bagi seseorang itu untuk memilih; menjadi yang menguasai atau dikuasai, bagi lawan relasi percintaannya. Lebih dari itu, 'sejak kapan' juga memaksa siapa saja untuk menengok kembali tujuan terciptanya relasinya itu…&lt;br /&gt;Ironisnya, karena enggan berkutat dengan masalah sejarah, orang kadang menjadi alpa akan 'ada apa pada kali pertama cinta itu ada…?'' Di sinilah, titik balik kebermaknaan cinta menjadi dipertanyakan! &lt;br /&gt;Sebab, lingkaran kekuasaan relasi cinta tadi tidak lantas hanya melingkupi ranah hati atau perasaan – konon yang menjadi tempat di mana cinta itu ada, secara personal dan privat. Lebih dari itu, cinta lalu menarik ulur panjang relasinya pada wilayah psiko-sosial, yaitu PERILAKU. &lt;br /&gt;Masih ingat kasus Ryan si gay penjagal dari Jawa Timur..? &lt;br /&gt;Pada kasus itu, kita bisa menyimak betapa, ibarat anah panah, cinta justru melesat jauh dari titik tujuannya. Alhasil, orang jadi berubah. Dalam hal ini, yang lebih penting adalah bagaimana kesan, bentuk dan rasa yang tercipta pada pikiran (mind) dan perasaan (soul) dari perubahan akibat relasi tersebut. &lt;br /&gt;Lagi-lagi, tak banyak orang yang mau memikirkan ini. Bahkan, kebanyakan justru cenderung hanyut dalam aliran sungai relasi cintanya tanpa menyadari apakah kebutuhan psikologisnya sendiri benar-benar terpenuhi. &lt;br /&gt;Satu lagi, hanya demi, karena, dan untuk cinta, segala bentuk intrik dan taktik akan muncul sebagai bentuk nyata naluri-instingtif kita sebagai makhluk. Dan dengan segala intrik-taktik itulah, nafsu menguasai dan pemenuhan hasrat (per)cinta(an), apapun bentuknya, mewujud sebagai rupa politik kekuasaan. &lt;br /&gt;Pertanyaannya, di mana posisi Anda saat ini? Seperti apa wujud perilaku (psikologis) Anda? Adakah cinta harus memakan korban..? &lt;br /&gt;Mungkin inilah yang menjadi celah pandang cerita Mahabarata; Kiss me, Please yang akan dipanggungkan kelompok GMT, April mendatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Agung Wijaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dosen Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta, Aktor dan Dewan Pendiri Gamblank Musikal Teater.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-1380931801730259963?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/1380931801730259963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=1380931801730259963' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/1380931801730259963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/1380931801730259963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2009/03/mahabarata-kiss-me-please-menengok.html' title='MAHABARATA : Kiss me, Please --- MENENGOK CINTA Berujung Politik'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-5510586999320333062</id><published>2009-03-03T06:44:00.002+07:00</published><updated>2009-03-03T06:57:19.384+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DOKUMEN PUBLIKASI'/><title type='text'>Profile GMT di Harian Jogja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SaxyJWZOCYI/AAAAAAAAAKY/-smTM1D8608/s1600-h/Picture+139.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SaxyJWZOCYI/AAAAAAAAAKY/-smTM1D8608/s200/Picture+139.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308743565718718850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SaxyJZkJhnI/AAAAAAAAAKQ/ftJi9CzOi5I/s1600-h/1_470637372l.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 146px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SaxyJZkJhnI/AAAAAAAAAKQ/ftJi9CzOi5I/s200/1_470637372l.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308743566569866866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SaxyJQcu3GI/AAAAAAAAAKI/oife9wckLRc/s1600-h/Mayat+Mayat+Cinta+1.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SaxyJQcu3GI/AAAAAAAAAKI/oife9wckLRc/s200/Mayat+Mayat+Cinta+1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308743564122840162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Memelihara cinta pada seni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, 23 Februari 2009 09:16:24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan memiliki peran yang sama dengan laki-laki. Untuk itu perempuan perlu menemukan identitasnya sendiri, agar tak ada hegemoni dan penindasan. Perempuan berhak merasakan kebebasannya. Itulah tema cerita dari Cangkang bagian I dengan judul Mayat-Mayat Cinta yang dipentaskan dalam bentuk teater musikal oleh Gamblank Musikal Teater (GMT) di Gedung Tejokusumo FBS Univeristas Negeri Yogyakarta, April 2008 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam alur ceritanya, perempuan digambarkan sebagai 2 sisi pribadi yang berbeda, dimana perempuan harus tunduk pada laki-laki, dan perempuan yang memilih hidupnya untuk menjadi lesbian. Entah apa yang akan terjadi antara 2 sisi pribadi yang berbeda ini, penonton pun bebas untuk mengapresiasikannya. Perempuan sepertinya istimewa bagi komunitas ini. Saking istimewanya, cerita yang diproduksi me reka memang lebih banyak mengambil tema ini. Ada Panggil Aku Azisa, The Light of Ken Dedes, serta Cangkang. Bisa dibilang, tema perempuan memang menjadi ciri khas tersen diri dari komunitas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perempuan, memang sebuah objek yang menarik untuk dikaji dan dipelajari lebih mendalam. Hidupnya yang penuh dengan kedinamisan dan kiprahnya yang bisa beranekaragam memang membuat semua pihak bisa mengekplorasinya lebih dalam. Perempuan mempunyai potensi strategis dalam arus pergeseran masyarakat,” papar Jalidu, Ketua GMT Komunitas GMT yang berdiri tanggal 13 April 2005 ini, memang sangat konsen ke dalam seni pertunjukan khususnya musikal teater. “Musikal teater adalah mengolah pertunjukan yang memadukan unsur teatrikal dan musik,” papar Jalidu. Karena jenis yang mereka pilih lebih dominan pada musikal teater, maka GMT mendapat predikat sebagai grup teater yang berada di jalur musikal. Jalidu memandang bahwa musikal teater lebih menarik dibandingkan teater konvensional. “Teater musikal ini lebih&lt;br /&gt;bisa menghibur penonton, karena itu kami memilih konsen ke dalam jenis teater ini,” papar Jalidu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas ini memang terdiri dari orang-orang yang memang menyukai seni khususnya seni pertunjukan. Pasalnya, para pengagas awal, M.Ahmad Jalidu, Bachrudin F. Bolu, serta Agung Wijaya adalah anggota dari kelompok Sekrup, sebuah kelompok seni pertunjukan di FMIPA UNY. Setelah kuliah ketiganya selesai, otomatis me reka lepas dari kelompok tersebut. Karena saking cintanya pada seni pertunjukan, mereka tetap ingin eksis di dunia tersebut, bahkan bisa menciptakan sebuah seni pertunjukan sendiri. “Daripada hobi main teater dan musik ini hilang, maka kami mencoba membuka komunitas ini,” ungkap Jalidu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wadah pergaulan&lt;br /&gt;GMT memang dibentuk dengan tujuan menjadikan teater sebagai wadah pergaulan dan pilihan aktivitas sosial yang menyenangkan dan bermanfaat terutama bagi diri sendiri dan stakeholder lainnya. Tak hanya itu, GMT juga menjadi wadah bagi angotanya untuk berkreativitas ke dalam seni pertunjukan. “Maka dari itu huruf ‘K’ pada kata gamblank memang menjadi cerminan anggota kami,”papar Jalidu Awalnya memang belum banyak yang ikut dalam komunitas ini. Selama 4 tahun berjalan anggotanya sebanyak 23 orang. Selain memproduksi sebuah cerita dan mempertunjukkannya, mereka juga sering diminta oleh membantu pihak lain untuk mengisi acara mereka. Misalnya saja, mereka ditunjuk sebagai bintang tamu dalam Festival Musik Kreatif Magelang, penyaji dalam Parade Band Amal Peduli Jogja, dan sebagainya. Tak hanya mendukung pihak eksternal saja, mereka juga sering mengadakan forum diskusi di bidang seni pertunjukan. Ada diskusi tentang masalah penyutradaan, menjual teater, serta marketing plus on theatre.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berbicara mengenai produksi mandiri yang dilakukan oleh GMT ini, Jalidu mengakui bahwa penonton pertunjukkannya memang terbatas pada sebuah komunitas. Inilah yang kemudian menjadi kendala bagi kelompok ini untuk pentas dalam area yang besar dan pengunjung yang banyak. Maklum saja, sejak lahirnya komunitas ini, GMT hanya pentas di lingkup kampuskampus saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, mereka tetap optimis dengan pentas yang mereka adakan. Bahkan mulai Maret ini, GMT mulai memproduksi musikal teater dengan improvisasi sendiri dengan menggunakan cerita Bharatayudha. GMT mencoba untuk mengolah kreativitas me reka tanpa dirancang terlebih dahulu dalam naskah cerita. GMT memang benarbenar ingin memaksimalkan potensi seni mereka.(Lewi Pramesti HARIAN JOGJA)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-5510586999320333062?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/5510586999320333062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=5510586999320333062' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/5510586999320333062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/5510586999320333062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2009/03/profile-gmt-di-harian-jogja.html' title='Profile GMT di Harian Jogja'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SaxyJWZOCYI/AAAAAAAAAKY/-smTM1D8608/s72-c/Picture+139.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-1110479446010053300</id><published>2008-12-26T04:05:00.002+07:00</published><updated>2008-12-26T04:14:55.029+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>GMT di Ajang Ujian Kajian Drama UNY</title><content type='html'>Seperti setiap tahun di semester ganjil yang lalu, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Program Studi Sastra Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta mewajibkan mahasiswa yang menempuh mata kuliah Kajian Drama (semseter 5) untuk mementaskan naskah drama pilihan mereka sebagai tugas kolektif kelas. Tradisi yang terus berlangsung dari tahun ke tahun ini selalu melibatkan para penggerak teater di lingkungan UKM2 UNY dan bahkan pihak luar utamanya para alumni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini, GMT tak luput dari kesibukan Kajian Drama. M Ahmad Jalidu telah menerima tawaran salah satu kelas Kajian Drama untuk menggarapa musiknya. Naskah yang dipilih adalah Opera Kecoa karya N. Riantiarno dengan sutradara Faizal dan Supervisor Sapta Sutrisna. Meski awalnya atas nama pribadi, namun akhirnya M Ahmad Jalidu tetap melibatkan beberapa pemusik GMT sepeti Bahrudin F. Bolu, NUcky Sulistyo, Adi Saputra, Giwang Topo dan Sugito HS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 lagu yang digarap M Ahmad Jalidu dan tim GMT berasal dari naskah asli OPera Kecoa, mski ada beberpa bagian yang disesuaikan untuk kepentingan rima dan kesesuaian jumlah suku kata dengan irama lagu. Mengenai aransemen semua diciptakan oleh M ahmad Jalidu, kecuali salah satu lagu berjudul JUla Juli Sekuntum Kembang yang hanya dikembangkan dari aransemen versi Guruh Sukarno Putra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertunjukan ini akan dilangsungkan pada hari Kamis, 8 Januari 2009.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-1110479446010053300?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/1110479446010053300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=1110479446010053300' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/1110479446010053300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/1110479446010053300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2008/12/gmt-di-ajang-ujian-kajian-drama-uny.html' title='GMT di Ajang Ujian Kajian Drama UNY'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-2767716074715055616</id><published>2008-10-20T05:04:00.004+07:00</published><updated>2008-10-20T05:24:57.960+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>GMT Tampil Dalam Parade Monolog di Magelang</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SPuzQPG5WVI/AAAAAAAAAHA/Rhw1W7Gnxfo/s1600-h/J+234.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SPuzQPG5WVI/AAAAAAAAAHA/Rhw1W7Gnxfo/s320/J+234.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258994081399920978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SPuzQbDgMBI/AAAAAAAAAHI/PtJq_9b6WpM/s1600-h/J+279.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SPuzQbDgMBI/AAAAAAAAAHI/PtJq_9b6WpM/s320/J+279.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258994084606914578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SPuzQxyQj-I/AAAAAAAAAHQ/daVMiMd61ck/s1600-h/J+347.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SPuzQxyQj-I/AAAAAAAAAHQ/daVMiMd61ck/s320/J+347.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258994090708602850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Memeriahkan Parade Monolog dalam rangkaian Gold Institute Art Exhibition di SMK YP 17 Magelang, dua aktor GMT turun ke arena. Tidak seperti bisanya, kali ini ada sesuatu yang "ganjil". Apa keganjilan itu? Ya .. karena M. Ahmad Jalidu, yang biasanya hanya berada di barisan musik sambil memegang kendali penyutradaraan ternyata bisa juga jadi aktor. &lt;br /&gt;GMT yang mendapat kesempatan untuk tampil pada hari pertama bisa dikatakan beruntung, sebab pada hari pertama juga diselenggarakan upacara pembukaan yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting perteateran Magelang seperti Yefta (Komunitas Gandrung Seni), Budiyono (Ketua Dewan Kesenian Kota Magelang) dan juga hadir Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Olahraga Magelang. &lt;br /&gt;Dua aktor GMT yang turun adalah M. AHmad Jalidu dan Muchammad Muadib. Tepat pukul 20.00 WIB. M. Ahmad Jalidu dengan sangat energik memperagakan seorang pencerita yang memaparkan kisah unik dua sahabat dari pelosok desa yang berniat ke kota untuk sekedar melihat kereta Api. Berbagai kejaidan konyol sekaligus mengharukan ditampilkan oleh Jalidu dengan cukup intens dan kerap memancing tawa renyah penonton yang di dominasi oleh mahasiswi itu. Lelakone Si lan Man, itulah cerkak karya Suparto Brata yang dibawakan oleh M. Ahmad Jalidu dengan sedikit adaptasi terutama pemadatan cerita dengan tetap memepertahankan bahasa Jawa.&lt;br /&gt;Sementara 45 menit kemudian, giliran MUchammad Muadib, anggota GMT yang jauh lebih yunior dari Jalidu dipandang dari segi umur tetapi cukup bisa mengimbangi penguasaan panggungnya. MUchammad Muadib membawakan cerita berjudul Malangkring Mathingkring Malangut-langut, sebuah cerita pendek karyanya sendiri. Muadib memerankan seorang pemuda desa dari daerah Cilacap yang nekat datang ke Jogja untuk mencari pekerjaan. Setelah sempat menjadi gelandangan dan mengalami berbagai kegagalan memperolah pekerjaan, akhirnya Tajiman, sang tokoh diterima bekerja di warung sate di daerah Gejayan. Muadib juga banyak menampilkan kekonyolan dan keluguan khas orang desa pelosok. Yang lebih menghibur dari pertunjukan kedua ini adalah karena disampaikan dalam bahasa Banyumas (Ngapak). Tentu saja, publik penonotn di Magelang akan tertawa geli mendengar bahasa Banyumas yang asing bagi mereka.&lt;br /&gt;"simpel, lugu, tapi malah bergizi. ini yang saya suka dari karya-karya Jalidu dan GMT-nya". Demikian komentar Yefta, aktifis Komunitas Gandrung Seni yang sering mendatangkan seniman-seniman nasional ke kota Magelang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-2767716074715055616?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/2767716074715055616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=2767716074715055616' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/2767716074715055616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/2767716074715055616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2008/10/gmt-tampil-dalam-parade-monolog-di.html' title='GMT Tampil Dalam Parade Monolog di Magelang'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SPuzQPG5WVI/AAAAAAAAAHA/Rhw1W7Gnxfo/s72-c/J+234.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-7442979207680849015</id><published>2008-08-29T03:20:00.003+07:00</published><updated>2008-08-29T03:30:02.402+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>Diskusi Marketing Plus on Theater : Membuka Wacana</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SLcKkZ_ZDrI/AAAAAAAAAG4/GipovufdboA/s1600-h/Ahmad+Jalidu+-Suryono+Ekotama-Ikun+SK.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SLcKkZ_ZDrI/AAAAAAAAAG4/GipovufdboA/s400/Ahmad+Jalidu+-Suryono+Ekotama-Ikun+SK.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239668312037199538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta. Kelompok Sekrup, unit kegiatan seni FMIPA UNY bekerja sama dengan Gamblank Musikal Teater (GMT) menyelenggarakan diskusi menarik seputar dunia teater. Diskusi dengan tema Marketing Plus on Theatre ini diselenggarakan pada Minggu 24/8 2008 jam 19.00 WIB di ruang sidang gedung Student Center Universitas Negeri Yogyakarta. Tampil sebagai pembicara dalam forum itu adalah Ikun Sri Kuncoro, pengamat pertunjukan Yogyakarta dan Suryono Ekotama, Direktur Smartpreneur Business Club. &lt;br /&gt;Ikun SK membuka uraian dengan menyoroti opini dari pelaku teater sendiri yang harus direvisi atau direnungkan ulang. Opini tersebut salah satunya adalah pendapat bahwa publik penonton teater dianggap sebagai pembeli tiket yang berasal dari sesama pelaku teater saja. Padahal, setidaknya ada tiga golongan penonton yang bisa dijadikan sasaran tembak marketing pertunjukan teater. Golongan pertama adalah penonton pasif, yaitu mereka yang datang sekedar menikmati saja. Golongan kedua adalah Penonton kreatif, yaitu mereka yang juga pelaku teater yang menonton untuk mencari referensi artistik. Golongan ketiga adalah reporter media yang menjadikan peritsiwa teater itu sebagai barang dagangan melalui penulisan berita. Sementara itu ada lagi satu golongan konsumen pertunjukan yang lebih besar, yaitu institusi/lembaga yang sering kita sebut “sponsor”. &lt;br /&gt;Suryono, yang seorang konsultan bisnis memaparkan bahwa dalam marketing plus ada empat aspek yang harus digarap secara terpadu, yaitu konsep dan kualitas produk (tema dan visi artistik pertunjukan), tempat pertunjukan, harga jual dan metode promosi. Dalam menjalankan keterpaduan keempat aspek ini Suryono menekankan pentingnya seorang ahli lobying yang mampu merangkul banyak pihak baik untuk meminimalisir biaya produksi (kerjasama diskon sewa gedung, property, kostum, promosi dsb) maupun sebagai sumber biaya produksi (sponsor fresh money).&lt;br /&gt;Lebih lanjut Ikun Eska menekankan bahwa sebuah pertunjukan teater memerlukan divisi Public Relation dan media relation yang jitu untuk menghembuskan isu pada calon penonton jauh-jauh hari sebelum pertunjukan, juga penyusunan proposal dana dengan berbagai versi disesuaikan pada karakter dan selera lembaga yang kita tuju. Sedang Suryono memberi pesan bahwa sebuah group teater harus terus meningkatkan kemampuan, mematangkan konsep produk dan setia pada style serta menajamkan kesesuaian tema dengan kebutuhan masyarakat. Diskusi ini berjalan selama sekitar 2 jam dan diakhiri dengan pernyataan pembicara bahwa teater masih harus terus bergerilya.&lt;br /&gt;Forum itu dihadiri sekitar 30 orang dari berbagai komunitas teater kampus seperti kelompok Sekrup, GMT, Unstrat, Sanggar Nuun, Teater Parkir, Teater Gajah Mada, Teater Bumi dan sebagainya. Dipandu oleh M. Ahmad Jalidu sebagai moderator, perbincangan berjalan santai dan akrab. Penyelenggara diskusi ini, yaitu GMT menyatakan bahwa diskusi seputar manajemen teater ini akan terus dijalankan GMT melengkapi berbagai forum yang sudah ada di Jogja ini. Mari, kita tunggu tema-tema panas mereka berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dayat : Sanggar Nuun&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Asik. Seni dan pasar memang tidak bisa dipisahkan. Seni dapat diketahui atau diaplikasikan di pasar dan pasar tidak berkembang tanpa media. Tapi benar, manajemen teater memang harus digalakkan guna mendongkrak teater itu sendiri, cos tanpa tim produksi aktor tidak bisa berkembang dan sebaliknya “Janganlah kau jual karyamu sebelum kau menemukan jawaban atas karyamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Resti : Teater Parkir &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan menarik, sayangnya temen-temen teater laen hanya sedikit yang datang. Jadi rasanya sepi, kurang seru. Soalnya, dalam sebuah forum diskusi, kita seharusnya bukan sekedar “ngecharge” otak, tapi juga mempererat persaudaraan antar komunitas. Semoga setelah acara tadi, temen-temen mempunyai tambahan ilmu dan pengalaman yang bermanfaat untuk perkembangan teater seluruh Jogja. Buat GMT dan Sekrup… gue tunggu diskusi berikutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-7442979207680849015?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/7442979207680849015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=7442979207680849015' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/7442979207680849015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/7442979207680849015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2008/08/diskusi-marketing-plus-on-theater.html' title='Diskusi Marketing Plus on Theater : Membuka Wacana'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SLcKkZ_ZDrI/AAAAAAAAAG4/GipovufdboA/s72-c/Ahmad+Jalidu+-Suryono+Ekotama-Ikun+SK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-4088493496954454918</id><published>2008-07-29T02:00:00.002+07:00</published><updated>2008-07-29T02:15:20.456+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>TAK ADA PROSES INTERNAL, GMT Menjalankan Misi Dukungan Eskternal</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Jogja.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah tergelarnya pertunjukan CANGKANG #1 : MAYAT MAYAT CINTA pada 17-18 April lalu, GMT memang belum beranjak memulai produksi pementasan terbaru. Sebagian Anggota GMT tengah asyik menggeluti kehidupan dan aktifitas masing-masing baik yang masih berstatus mahasiswa maupun anggota-anggota yang sudah bekerja.&lt;br /&gt;Namun bukan berarti GMT vakum tanpa kegiatan sama sekali. &lt;br /&gt;Memasuki bulan Juni lalu, M. Ahmad Jalidu, Nucky SS dan Adi Syaputra dirangkul oleh Bale Budaya Samirono untuk mendukung pagelaran Babad Kampung Samirono dengan Tema "Tutur Jagad Kampung Samirono". Dari rangkaian Tutur Jagad Kampung Samirono tersebut, GMT dipercaya mendukung salah satu mata acara yaitu pertunjukan teater dengan judul &lt;em&gt;Bukan Kampung Kampungan &lt;/em&gt;yang ditulis oleh Sugito HS dan disutradarai Sapta Sutrisna. &lt;br /&gt;Bukan Kampung-Kampungan dipentaskan pada 12 Juli lalu di Pendopo Bale Budaya Samirono, Catur Tunggal, Depok Sleman dengan meriah dan sukses. Sementara Tutur Jagad Kampung Samirono tersebut adalah salah satu dari Rangkaian Babad Kampung yang merupakan Program FKY XX 2008 dari pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai Babad Kampung Samirono, masih dalam rangka menjalankan misi dukungan terhadap proses kesenian di luar tubuh GMT, Manajer GMT M. Ahmad Jalidu dihubungi oleh Anik Rusmawati, Pimpinan Produksi pertunjukan Delilah, Tak Ingin Pulang Dari Pesta yang merupakan program Teater FKY XX 2008. Metro Club, tim produksi pementasan tersebut meminta Jalidu, selaku Manajer GMT untuk menyediakan 9 pemain figuran guna mendukung Delilah. Pementasan tersebut akan digelar pada 6-7 Agustus mendatang di Gedung Sosietet Militer, Taman Budaya Yogyakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam bulan Agustus ini, GMT beklerja sama dengan Kelompok SEKRUP FMIPA UNY juga akan menggelar diskusi teater yang rencananya akan mengambil tema "Marketing Plus on Theatre.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-4088493496954454918?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/4088493496954454918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=4088493496954454918' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/4088493496954454918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/4088493496954454918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2008/07/tak-ada-proses-internal-gmt-menjalankan.html' title='TAK ADA PROSES INTERNAL, GMT Menjalankan Misi Dukungan Eskternal'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-4605248681021749725</id><published>2008-05-07T20:44:00.004+07:00</published><updated>2008-05-20T03:46:54.792+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>GMT Music di Open HOUSE PBSi UNY</title><content type='html'>GMT music akan tampail sebagai salah satu pengisi tamu dalam malam penats seni Open HOuse Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta. Acara ini dibuka untuk umum dan akan terselenggara pada tanggal 23 Mei 2008 di Gedung Laboratorium Seni Pertunjukan FBS Universitas Negeri Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-4605248681021749725?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/4605248681021749725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=4605248681021749725' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/4605248681021749725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/4605248681021749725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2008/05/gmt-music-di-open-house-pbsi-uny.html' title='GMT Music di Open HOUSE PBSi UNY'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-4342982535886278938</id><published>2008-05-07T20:42:00.004+07:00</published><updated>2008-05-14T11:17:52.584+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>Syukuran Mayat Mayat Cinta</title><content type='html'>Setelah sukses tergelar, tim produksi Mayat Mayat Cinta akan mengadaka syukuran pada tangal 11 Mei 2008 ini di rumah Ape di Perumahan Kalangan gang Nakula 17 Jl. Monosari Yogyakarta. Syukuran ini akan dihadiri oleh semua kru dan tim kerja Mayat Mayat Cinta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-4342982535886278938?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/4342982535886278938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=4342982535886278938' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/4342982535886278938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/4342982535886278938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2008/05/syukuran-mayat-mayat-cinta.html' title='Syukuran Mayat Mayat Cinta'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-7956663065563882802</id><published>2008-04-25T05:43:00.004+07:00</published><updated>2008-04-25T15:41:25.781+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ULASAN'/><title type='text'>Drama Musikal MAYAT-MAYAT CINTA</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SBEO4r_hUXI/AAAAAAAAAGQ/R3fgbCVkAFs/s1600-h/DSCF0337.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SBEO4r_hUXI/AAAAAAAAAGQ/R3fgbCVkAFs/s320/DSCF0337.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192948212379505010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SBEO6L_hUYI/AAAAAAAAAGY/ryEVzCBsyX0/s1600-h/DSCF0338.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SBEO6L_hUYI/AAAAAAAAAGY/ryEVzCBsyX0/s320/DSCF0338.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192948238149308802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SBEOSL_hUWI/AAAAAAAAAGI/eIO4UOFqHtM/s1600-h/DSCF0334.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SBEOSL_hUWI/AAAAAAAAAGI/eIO4UOFqHtM/s320/DSCF0334.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192947550954541410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(artikel ini dimuat di www.kabarindonessia.com 25 April 2008)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kabarindonesia.&lt;/strong&gt;Gamblank Musikal Teater beru saja mementaskan karya terbarunya, Cangkang #1 : Mayat Mayat Cinta Jumat-Sabtu 18-19/4 lalu di gedung Tejokusumo Universitas Negeri Yogyakarta. Seperti biasa, GMT tetap mengusung konsep simple musical, mereka memadukan acting drama dengan lagu-lagu karya mereka sendiri. Pertunjukan ini merupakan program tahunan mereka sekaligus memperingati ulang tahun GMT ke-3. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertunjukan berdurasi 70 menit ini, sentilan-sentilan nakal mucul di sana-sini dan memancing tawa bahkan applause penonton. Agung Wijaya, penulis lakon ini memang berusaha memberikan sentilan kepada kaum muda tentang pentingnya mempertimbangkan konsep jati diri yang independen. Bagi para cewek terutama, Agung Wijaya hendak menyampaikan bahwa jangan sampai para perempuan muda itu membentuk cangkang (jati diri) yang didasarkan pada keinginan orang lain (laki-laki), sebab terkadang laki-laki hanya memandang wanita melulu dari urusan fisik dan seksual semata. Ini yang menurutnya mendorong para perempuan untuk berbondong-bondong memenuhi berbagai tempat klinik kecantikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Ahmad Jalidu, sutradara yang menyatakan jatuh cinta pada konsep drama musical ini mampu menata pertunjukan sedemikian rupa sehingga dalam suasana serius sekalipun, selalu saja muncul dialog-dialog lucu. Sebaliknya, dalam adegan yang konyol sekalipun tetap bisa dimunculkan suatu pesan yang serius. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayat Mayat Cinta mengisahkan tokoh Hasto (Alex Suhendra) seorang playboy yang akhirnya mendapat “pelajaran” dari Rista (Siwi Nurhayati) mantan kekasihnya yang kini memilih menjadi lesbian bersama Yan (Resti Ayuning). Rista menjebak Hasto dengan menyodorkan Lilin (Ino’ Prawardhani) dan merekam percintaan mereka lewat HP. Hasto disadarkan bahwa ia sebenarnya pecundang sebab Lilin pun juga “mendua” yakni menjalin hubungan dengan Anggito (Arief Kurniawan), sahabat Hasto yang seorang banci. Diakhir cerita, tokoh Hasto digambarkan sebagai Dursasana yang memprotes karmanya kepada Drupadi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selama 70 menit cerita dan lagu-lagu ini mampu menyampaikan sajian yang asik dengan tata panggung minimalis yang sangat terasa “modern”. Selain iringan musik dan lagu-lagu karya Bahrudin F. Bolu, juga ditamplikan video klip karya Henry Cahya P. yang semakin membuat cerita ini mampu memberikan kesan tersendiri. Pada salah satu adegan, ketika si banci Anggito menjelaskan tentang sisi genetis laki-laki dan perempuan, dinding panggung bahkan menyajikan slide presentasi tentang perbedaan kromosom dalam sel tubuh laki-laki dan perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sedikit ada kelemahan beberapa aktor, tetapi secara keseluruhan, pertunjukan ini mampu mengkomunikasikan pesan-pesannya dengan jelas. Kekhasan mereka dalam format musical yang sederhana, komunikatif dan easy listening ini patutv membuat kita terus menantikan karya-karya panggung mereka. (maj)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-7956663065563882802?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/7956663065563882802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=7956663065563882802' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/7956663065563882802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/7956663065563882802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2008/04/drama-musikal-mayat-mayat-cinta.html' title='Drama Musikal MAYAT-MAYAT CINTA'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/SBEO4r_hUXI/AAAAAAAAAGQ/R3fgbCVkAFs/s72-c/DSCF0337.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-1771985755119955275</id><published>2008-04-17T00:51:00.003+07:00</published><updated>2008-06-30T02:56:37.997+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>press release Mayat Mayat Cinta</title><content type='html'>Ini press release Mayat Mayat Cinta yang dimuat Kedaulatan Rakyat 15 April 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sandiwara Musikal ’Mayat-Mayat Cinta’&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;15/04/2008 09:18:15&lt;br /&gt;SETELAH sukses dengan pertunjukan The Light of Ken Dedes, 2006-2007, kini Gamblank Musikal Teater (GMT) kembali ke panggung dengan mengusung gaya khasnya, Simple Musical, Jumat-Sabtu (18-19/4) menggelar 'Cangkang #1 : Mayat-Mayat Cinta' di Gedung Tejokusumo FBS-UNY, pukul 20.00. Berbeda dengan 2 produksi terdahulu yang menggunakan naskah karya M Ahmad Jalidu, kali ini naskah ditulis oleh Agung Wijaya. Ahmad Jalidu, pimpinan GMT sekaligus sutradara pementasan ini mengatakan, Cangkang berbicara tentang remaja, hubungan cinta dan relativitas identitas. Kita selalu punya serangkaian 'cangkang' atau 'cover', yakni ciri fisik atau ciri yang bisa diindera yang mengindikasikan 'siapa' diri kita. Tetapi mungkin, sekelompok ciri ini bisa jadi diidentifikasikan sebagai suatu definisi lain oleh orang lain. Apa yang kita gambarkan tentang diri kita, pasti berbeda dengan apa pandangan orang lain tentang kita. "Tarik ulurnya ini menurut kami menarik untuk sekadar jadi bahan renungan." kata Jalidu. Format simple musical GMT ini seperti pada pertunjukan sebelumnya (Panggil Aku Aziza dan The Light of Ken Dedes). Bahrudin F, Bolu, Music Director andalan GMT masih setia menggulirkan butir-butir nadanya di sini. Juga masih ada dukungan aktor-aktor andalannya seperti Alex Suhendra dan Arief Kurniawan 'Gogon' akan mendampingi aktris-aktris baru yaitu Resti, Siwi, Ino' dan Ulin. (Jay)-k&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-1771985755119955275?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/1771985755119955275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=1771985755119955275' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/1771985755119955275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/1771985755119955275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2008/04/ini-press-release-mayat-mayat-cinta.html' title='press release Mayat Mayat Cinta'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-1756716590798494017</id><published>2008-04-16T05:08:00.002+07:00</published><updated>2008-04-16T05:13:14.814+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>SPANDUK MAYAT MAYAT CINTA HILANG</title><content type='html'>Untuk mendukung publikasi pertunjukan Cangkang #1 Mayat Mayat Cinta,  tim produksi GMT membuat spanduk yang salah satunya dipasang di perempatan sagan Yogyakarta (timur Pom Bensin Sagan). Ijin pemasanagn telah dibayar ke Pemkab Sleman dengan jadwal ijin pasang tanggal 12/4 - 20/4. Tim Publikasi baru bisa memasang spanduk di Sagan pada tanggal 13 April. namun baru dua hari terpasang, tepatnya pada hari Selasa, 15 April malam tim GMT mendapati spanduk tempat spanduk terpasng sudah kosong melompong, spanduknya hilang...&lt;br /&gt;Semoga ini menjadi koreksi juga untuk aparat keamanan dan juga Pemkab Sleman mengenai keberlangsungan dan ketertiban tempat pemasangan publikasi semacam itu.semoga dengan peristiwa ini, GMTv tetap semakin bersemangat dan produksi tetap sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jali&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-1756716590798494017?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/1756716590798494017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=1756716590798494017' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/1756716590798494017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/1756716590798494017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2008/04/spanduk-mayat-mayat-cinta-hilang.html' title='SPANDUK MAYAT MAYAT CINTA HILANG'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-5208565656988439811</id><published>2008-04-15T00:49:00.000+07:00</published><updated>2008-04-23T00:58:21.995+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DOKUMEN PUBLIKASI'/><title type='text'>Poster Mayat Mayat Cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://s265.photobucket.com/albums/ii228/gamblank/ON%20STAGE/?action=view&amp;current=POSTERFIX.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://s265.photobucket.com/albums/ii228/gamblank/ON%20STAGE/?action=view&amp;current=POSTERFIX.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-5208565656988439811?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/5208565656988439811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=5208565656988439811' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/5208565656988439811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/5208565656988439811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2008/04/poster-mayat-mayat-cinta.html' title='Poster Mayat Mayat Cinta'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-2254633548871741519</id><published>2008-04-14T08:00:00.002+07:00</published><updated>2008-04-14T08:11:10.013+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>GMT Nyasar.... Jogja TV 15 April 2008</title><content type='html'>Dalam rangka mempromosikan pertunjukan &lt;em&gt;Cangkang #1 MAyat Mayat cinta&lt;/em&gt;... Jogja TV yang menjadi salah satu partner promosi akan mengundang tim kreatif pertunjukan dalam acara Jogja Nyasar... Program santai ini akan mengupas apa dan siapa GMT (Gamblank Musikal Teater), juga mengenai rencana pertunjukan &lt;em&gt;Cangkang#1 Mayat Mayat Cinta&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Akan hadir di acara tersebut yakni :&lt;br /&gt;M. Ahmad Jalidu -- Sutradara dan Produser GMT, juga menjabat sebagai pimpinan GMT.&lt;br /&gt;Bahrudin F. BOlu -- Music Director GMT&lt;br /&gt;Agung Wijaya -- Penulis Naskah GMT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketiganya juga merupakan pendiri GMT sejak 3 tahun lalu. jangan lupa simak Jogja Nyasar 15 April 2008 jam 13.00-14.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-2254633548871741519?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/2254633548871741519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=2254633548871741519' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/2254633548871741519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/2254633548871741519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2008/04/gmt-nyasar-jogja-tv-15-april-2008.html' title='GMT Nyasar.... Jogja TV 15 April 2008'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-3893778696733905146</id><published>2008-04-08T18:22:00.007+07:00</published><updated>2008-04-08T18:45:49.200+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>LOGO BARU GMT</title><content type='html'>&lt;a href="http://i265.photobucket.com/albums/ii228/gamblank/logoGMT08-2.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand" alt="" src="http://i265.photobucket.com/albums/ii228/gamblank/logoGMT08-2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R_tXZG2IsYI/AAAAAAAAAF4/Ha62TMAk88I/s1600-h/logo+GMT+08-1.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R_tW9W2IsXI/AAAAAAAAAFw/cCENYPrFoz0/s1600-h/GMT+Corporat.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mulai bulan April 2008... GMT telah menggunakan logo baru. Logo ini dibuat oleg Gondek, anggota GMT yang kini bekerja sebagai video editor di Lunar Film Jakarta. Logo ini adalag kombinasi dari huruf G, sebagai inisial GMT yang juga bisa diasisiasikan sebagai inisial dari kata "guyub" (bhs Jawa) yang artinya "bersatu, padu", dengan lambang kunci F. Kunci F adalah salah satu kunci dalam titinada musik yang kurang lazim dipakai dalam musik pop. Musik pop sendiri lebih banyak mengunakan kunci G. maksud dari simbol kunci F ini adalah mewakili musikalitas yang dibawa dalam pertunjukan GMT yang berusaha untuk membuat musik yang lebih nyaman di telinga tetapi unik. Guratan lekuk logo baru ini juga dekat sekali dengan kesan ornamen batik sebagai simbol untuk tidak melupakan budaya asli Indonesia dan juga memberi kesan dan dorongan artistik yang unik dan luhur....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Semoga ini mampu memberi semangat baru dalam berkarya di masa selanjutnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Didik Adi Sukmoko&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Direktur GMT&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-3893778696733905146?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/3893778696733905146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=3893778696733905146' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/3893778696733905146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/3893778696733905146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2008/04/logo-baru-gmt.html' title='LOGO BARU GMT'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-5578279077841265223</id><published>2008-04-06T03:43:00.000+07:00</published><updated>2008-04-06T02:15:29.197+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAYAT-MAYAT CINTA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>CANGKANG #1; RELATIVITAS, PARADOKS DAN LAIN-LAINNYA ...</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R_KoOW2IsKI/AAAAAAAAADk/LBHPavulz7s/s1600-h/th_1_508604506l.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184391085661139106" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R_KoOW2IsKI/AAAAAAAAADk/LBHPavulz7s/s200/th_1_508604506l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;(Sebuah Tinjauan dari Naskah :&lt;/em&gt; Cangkang #1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Agung Wijaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a. Mengapa CANGKANG...??; Sebuah Pandangan Pertama...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Istilah cangkang, pada dasarnya merupakan suatu terminologi biologis yang merujuk pada/sebagai penentu determinasi-dentifikasi hewan avertebrata golongan moluska (hewan lunak), yang dapat kita temukan di antaranya pada keong, bekicot dan keluarganya. Jika kita identifikasi, cangkang hewan-hewan ini memliki kekhasan pada struktur dan warna bagi tiap spesies. Strukturnya merupakan bahan kitin, suatu substrat derivat polisakarida seperti halnya kulit telur. Yang menarik, jika kita benar-benar perhatian, struktur ini ternyata menunjukkan fenomena menakjubkan, yaitu bentuk ulir yang berbeda-beda pada hal besar/ukuran, arah ulir dan warna untuk setiap ‘suku’ keong. Fenomena ini, lagi-lagi jika sangat perhatian, merupakan kunci determinasi bagi kita untuk bisa mengenal lebih jauh keberadaan hewan-hewan itu, tentang jenis kelamin atau usia, misalnya. Artinya, cangkang sebenarnya memiliki kedudukan struktur-fungsi yang sangat lebih berarti dari sekadar ‘rumah’ bagi keluarga siput tersebut. Lebih dari itu, fenomena biologis ini merupakan suatu bentuk nilai-alamiah universal (nature-values) yang juga memberi makna bagi dimensi kehidupan yang lain,terutama bagi manusia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Secara sosio-kultural (budaya), cangkang bisa saja berarti bungkus, baju, kulit, atau sampul, yang melekat dan menjadi kunci determinasi-identitas tiap manusia. Yang perlu kita pahami, arti-arti di atas jangan lantas dibatasi maknanya pada hal-hal fisik-material saja, tetapi merupakan satu kesatuan gejala fenotip (yang dapat diindera) pada diri tiap individu. Misal, jika kita mengidentifikasi seseorang yang tubuhnya tinggi besar, tambun, berkulit gelap, wajah bulat lucu sedkit kusam, rambut gondrong yang kerap kucel, sifat (masih sedikit?) kekanak-kanakan, suka makan (apalagi saat stres!), maka (mungkin) kita dengan cepat dapat mendeterminasinya sebagai Nucky Bom-bom (Pemain Bass, Drum dan Perkusi GMT). Ukuran tubuh, warna kulit, wajah, rambut, tindak-tanduk perilaku, merupakan cangkang bagi putera sulung Budi Sulistyo tersebut yang dikenal oleh lingkungannya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedua makna-kedudukan struktur-fungsi cangkang baik secara biologis maupun sosio-kultural di atas, bermuara pada satu identifikasi-determinasi lain yang menjadi ordinat keduanya, yaitu ikhwal IDENTITAS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b. Identitas &amp;amp; Relativitas Simbol-Simbol&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Identitas, sebagai bentuk konsekuensi penginderaan atas sesuatu, dibentuk atas simbol-simbol yang melekat pada sesuatu itu. Seperti cangkang tadi misal, bersama struktur tubuh si keong yang lunak dan mata-antenanya, merupakan simbol identitas baju/kulit/rumah bagi keong. Secara naluriah-instingtif, keluarga siput memahami makna cangkangnya sendiri sebagai kesatuan fungsional kehidupannya; yaitu sebagai tempat perlindungan organ-organ dalam, tempat berlindung, sekaligus candra identitas spesifik. Di sini, makna simbol ini secara alamiah dibentuk sendiri oleh si empunya cangkang, keong, yang lantas diidentifikasi-interpretasi oleh pihak lain. Artinya, makna simbol cangkang itu merupakan sesuatu yang otonom bagi si empunya, bukan oleh pihak lain. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika simbol-simbol identitas sampai pada ranah komunitas sosial manusia, maka makna identitas cenderung menjadi berbalik. Bukan lagi sebagai sesuatu yang otonom-personal, tetapi justru menjadi hak komunal sosial. Secara sederhana dapat digambarkan bahwa kebanyakan identitas individu lebih banyak dibentuk oleh determinasi-identifikasi orang lain, bukan oleh si diri-individu itu. Indikatornya; coba kita ukur, cepat mana kala kita mengidentifikasi-diskripsi orang lain dibanding diri sendiri? Lantas, seberapa detil dan PD kita mau-bisa mengidentifikasi diri sendiri? Meski, sekali lagi, ini merupakan kecenderungan (dominan) dan tidak berlaku general. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pandangan di atas berujung pada makna ordinat (lain), yaitu RELATIVITAS makna simbol-simbol identitas individu. Artinya, seseorang akan dikenal secara berbeda ketika orang itu diidentifikasi oleh banyak orang, yang jelas memiliki persepsi identifikasi berbeda-beda. Meski simbol-simbol itu &lt;em&gt;real-stated&lt;/em&gt;, relativitas ini memberi konsekuensi pada pilihan obyektivitas-subyektivitas identifikasi. Ini yang tampak pada kalimat/dialog Yan-Rista pada babak ke-2. Implikasinya, mengapa dalam mengungkapkan perasaan cinta, harus laki-laki dulu dan bukan perempuan?? &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Naskah ini mencoba meretas benang merah makna identitas jantan-betina, laki-perempuan. Mengapa ini yang dipilih?? Hipotesis yang dimunculkan adalah bahwa secara sosiokultur, kedudukan-fungsi-daya guna dinamika masyarakat kini lebih banyak didasar-kan dikotomi-identifikasi laki-laki-perempuan, jantan-betina. Sebagai penguat, dalam kajian biologis, identifikasi jantan-betina ini benar-benar menjadi &lt;em&gt;base-view&lt;/em&gt; bagi kajian anatomi-fisiologis. Hal serupa bisa kita lihat juga dalam kajian psikologis. &lt;em&gt;Base-view&lt;/em&gt; ini berujung pada konsekuensi lain, yaitu pilihan obyektivitas-subyektivitas ini membawa kita pada pusara pertaruhan pilihan identitas dengan segala konsekuensi manfaat-risikonya, termasuk nilai, makna atau kedudukan. Pertaruhan ini yang tersirat-tersurat pada babak ke-1, kata/kalimat Anggi pada babak ke-3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;c. Identitas, Paradoks &amp;amp; (Politik) Kekuasaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dinamika kehidupan sehari-hari kadang menghadapkan kita pada hal-hal yang kerap memberi variasi warna hidup. Variasi ini bisa saja berupa hal-hal yang tidak diharap-kan, hal-hal yang lucu/menggelikan, dilematis, atau apapun. Inilah PARADOKS!! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Paradoks (kerap) timbul sebagai akibat dari proses interaksi identitas jantan-betina, laki-perempuan. Ketika simbol-simbol identitas begitu dominan terkuak, maka determinasi makna, fungsi atau kedudukan kedua identitas yang antagonis itu menjadi sangat kental. Di sinilah hal yang sangat menarik itu muncul. Kejadian-kejadian pada sitkom Suami-Suami Takut Istri, OB atau Bajaj Bajuri , atau pada film Berbagi Suami, Moulan Rouge, adalah contoh sederhana yang bisa kita nikmati. Dalam ranah realis, peristiwa tragis Lady Di, Jacky Kennedy, Ahmad Dhani-Maia Estianti, atau Rhoma Irama-Inul Daratista, sampai kasus Yahya Zaini-Maria Eva, Nucky-Emi, Adib-Dewi, yakin tidak asing bagi telinga kita. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lantas, apa akibatnya?? Jawabnya: ABSURDITAS/KEREMANGAN makna!! Sederhananya, saat kita mengalami paradoks-paradoks tadi, sebagian kita kerap kehilangan identitas, tidak mengenal diri, dan sampai mendhalimi diri sendiri. Menangis, menyendiri, stres, bengong, emosional, atau makan banyak-banyak, jalan-jalan sendiri, adalah indikator faktanya. (Hayo ngaku, siapa yang pernah gini!!?) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Persepsi ketak-jelasan identitas diri akibat paradoks membawa kita pada satu pertanyaan sederhana, yang mungkin sepele tapi berimplikasi kuat, yaitu siapa yang lantas (seharusnya/selayaknya) menguasai? Jantan? Betina? Laki-laki? Perempuan? &lt;em&gt;Then&lt;/em&gt;, siapa pula yang (harus) menjadi (di)korban(kan)?? &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Review&lt;/em&gt; (&amp;amp; naskah) ini tidak menuntut jawaban &lt;em&gt;absolut&lt;/em&gt;! &lt;em&gt;It’s up to you&lt;/em&gt;!! &lt;em&gt;Point of view&lt;/em&gt;-nya adalah 1) kita lantas bersinggungan dengan wacana (politik) kekuasaan, seperti gender-feminisme, yang (mungkin) kontradiktif dengan basis kodrat. (Lihat lagi kalimat/dialog Dursasana/Hasto, Yan, &amp;amp; Rista). Kontekstulitasnya, sebagai contoh dapat kita temukan pada bentuk-bentuk kultural/budaya &amp;amp; emosional psikologik perkawinan adat Jawa, Batak dan Lampung. 2) Disadari atau tidak, dinamika interaksi identitas ini sebenarnya sebuah sandiwara, atau ‘permainan’ (&lt;em&gt;games&lt;/em&gt;), yang kita ciptakan sendiri dengan skenario yang tak-tersurat!! Sederhananya, kadang-kadang alasan mendasar atau prinsipil mengapa bisa timbul rasa suka/sayang terhadap lawan jenis tidak pernah muncul terlebih dulu, kecuali setelah interaksi dalam rentang waktu tertentu. Ironisnya, setelah selang waktu ini, justru kadang kondisi &lt;em&gt;chaos&lt;/em&gt; yang muncul, bukan kehangatan-kedekatan yang lebih mesra-intim. Inilah permainan!! Sumpah Drupadi, apa yang dialami Hasto, adalah bentuk kejadian dalam naskah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Agung Wijaya. Dosen Jurusan Biologi Universitas Negeri Yogyakarta. Aktor dan Penulis GMT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-5578279077841265223?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/5578279077841265223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=5578279077841265223' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/5578279077841265223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/5578279077841265223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2008/03/cangkang-1-relativitas-paradoks-dan.html' title='CANGKANG #1; RELATIVITAS, PARADOKS DAN LAIN-LAINNYA ...'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R_KoOW2IsKI/AAAAAAAAADk/LBHPavulz7s/s72-c/th_1_508604506l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-4264930884344035084</id><published>2008-04-02T04:11:00.004+07:00</published><updated>2008-04-02T05:36:16.475+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>MARKETING PLUS on THEATRE : MENJARING PENONTON TEATER</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R_Klt22IsJI/AAAAAAAAADc/Ih48Id7bmHQ/s1600-h/JAL1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184388328292135058" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R_Klt22IsJI/AAAAAAAAADc/Ih48Id7bmHQ/s200/JAL1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Oleh M. Ahmad Jalidu*&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada berbagai definisi pertunjukan teater. Dari banyak versi itu, definisi versi Riantiarno cukup sederhana tapi mengena. Riantiarno menyatakan bahwa pertunjukan teater harus memiliki 3 pilar penyangganya yakni pelaku, tempat (panggung), dan penonton. Keunikan definisi ini adalah menyebutkan adanya penonton sebagai unsur pokok dalam pertunjukan teater. Barangkali ini pula yang menjadi salah satu faktor mengapa setiap pertunjukan Teater Koma selalu sukses dari segi perolehan penonton. Bisa dipastikan mereka (Teater Koma) memang benar-benar melakukan suatu terobosan dalam penjaringan penonton. Meski ini juga melalui proses yang bertahun-tahun dan tidak langsung diraih hanya dalam satu dua kali produksi awal mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kondisi tersebut berbeda dengan suasana ruang penonton di Jogja. Jika melihat kepadatan penduduk, jumlah dan frekeuensi pertunjukan di Jogja, seharusnya Jogja juga bisa seperti itu. Namun kenyataannya, angka penonton teater dalam setiap pertunjukan di Jogja hanya berkisar 150-350 penonton per malam. Itupun hanya digelar paling lama 2 malam. Teater Garasi, di mana bisa dikatakan memimpin dinamika teater Jogja sekalipun mengaku hanya mampu meraih sekitar 500 penonton setia. Jika rata-rata pertunjukan teater di gelar selama 2 malam, itu berarti Garasi juga hanya mampu meraih 1000 penonton. Bandingkan dengan Teater Koma yang bisa bertahan selama 15 hari dengan 1000an penonton per malam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang sekarang menjadi penting memang bukan pada membandingkan teater Jogja dengan Jakarta, Koma dengan Garasi atau Gandrik atau yang lainnya, tetapi adalah sebuah pertanyaan, bagaimana perolehan penonton teater di Jogja ini bisa ditingkatkan? Jika kita memilih jawaban optimis, Bisa! Muncul pertanyaan kedua, bagaimana meningkatkan perolehan penonton teater di Jogja? Jawabannya pasti beragam. Bisa jadi setiap group akan memiliki trik sendiri-sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam sudut pandang manajemen produksi, teater tidak berbeda dengan produk media seperti film, berita, hiburan TV, bahkan produk konsumtif lainnya. Teater menjual tiket, mengharap konsumen yang membeli tiket, sama seperti pabrik susu mengharap masyarakat membeli susu buatannya. Namun agaknya hal ini kurang dieksplorasi oleh pakerja teater Jogja. Tidak banyak (atau bahkan tidak ada) group yang memiliki tenaga marketing dan Public Relation yang bagus. Segalanya dilakukan sambil lalu dan konvensional. Masih lebih banyak yang fokus pada pengolahan aktor dan hal-hal artistik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada pertanyaan bagaimana meningkatkan perolehan penonton? Kita bisa meminjam rumus-rumus dalam dunia bisnis. Salah satunya adalah konsep marketing plus yaitu 4P : Product, Place, Price, Promotion. Empat hal inilah yag harus digodog sejak dari perencanaan produksi, proses persiapan, hingga kampanye penjualan tiket. Keempat unsur yang diwakili huruf ”P” inilah yang menentukan sebuah produk yang kita lemparkan ke masyarakat sukses diserap pasar (penonton) atau tidak. Empat P inilah fokus perhatian yang harus saling sinambung dan berada dalam ”unity” yang padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Product.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal product, sebuah group perlu memikirkan produk yang akan diluncurkan. Apabila kita percaya bahwa teater adalah hal yang penting bagi masyarakat, maka kita tidak bisa mengeluarkan sembarang produk. Kita harus benar-benar paham apa dan bagaimana produk kita ini. Apa kelebihannya dan apa kekurangannya. Penting juga sedikit meneliti selera masyarakat. Bukan semata menuruti ”selera”, tetapi analisis kebutuhan. Pertunjukan model apa yang dibutuhkan (disukai) mayarakat. Tema apa yang mereka sedang butuhkan dan sebagainya. Jika memang ide pertunjukan muncul secara intuitif, tanpa didahului analisis isu yang sedang berkembang, ini masih bisa dijalankan dengan mengkaji kebutuhan masyarakat mana yang bisa dijawab oleh ide produk (pertunjukan) tersebut. Juga masyarakat yang mana yang membutuhkan atau yang akan memetik manfaatnya. Masyarakat umum? Atau sesama pelaku teater? Golongan tertentu? Apa keunggulan produk (pertunjukan) kita dibanding yang lain? Mengapa orang perlu menontonnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Place&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Place dalam urusan teater bisa berarti tempat di mana kita memprosesnya, di mana kita akan mementaskannya, di kota mana dan di gedung apa. Lebih baik jika gedung sudah kita tentukan. Apabila gedung sudah kita tentukan, maka akan lebih mudah mencipta panggung, bloking, efek dan sebagainya. Tempat pertunjukan ini juga bisa mempengaruhi gaya yang kita pakai. Urusan tempat ini bisa berjalan dua arah. Tempat yang dipilih mempengaruhi produk, atau produk yang sudah dikonsep matang yang akan menentukan tempat mana yang cocok. Ini terlihat sepele, tapi bisa jadi membuat kerepotan jika kita asal ”tubruk”. Selain panggung, place juga perlu dipertimbangkan berkaitan dengan content pertunjukan, misalnya gaya bahasa, gaya ungkap, dan bahkan tema. Bagaimana suhu politik dan pemahaman masyarakat setempat juga perlu dipertimbangkan jika memang itu berkaitan dengan tema kita. Contohnya, pertunjukan yang mengekspose ”nudity” atau ”erotisme” di lokasi semacam pesantren, atau sebuah kampus yang religius tentu saja akan menuai masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Price&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Banyak kasus penentuan harga tiket di berbagai pertunjukan yang dilakukan secara asal, ikut-ikutan harga group lain atau harga kebanyakan pertunjukan pada saat yang sama. Memang banyak dasar penentuan harga ini, misalnya dengan membagi biaya produksi plus keuntungan yang ditargetkan dengan perkiraan perolehan penonton, atau dengan alasan lain misalnya saja disesuaikan dengan kemampuan calon penonton. 5 ribu untuk pelajar dan 10 ribu untuk umum. Banyak sekali pilihan penentuan harga. Yang jelas adalah penentuan ini harus mempertimbangkan kualitas produk, dan perkiraan terhadap kemampuan penonton. Jangan sampai kita diprotes karena harga terlalu mahal dengan kualitas pertunjukan biasa, atau karena terlalu mahal bagi jangkauan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Promotion&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Apa model promosi yang umum dilakukan group teater? Poster, leaflet, iklan radio, dan press release. Hampir semua pertunjukan teater Jogja menggunakan pola tersebut. Tentu saja itu sudah cukup bagus, namun seringkali tidak menolong karena beberapa hal. Misalnya design tidak menarik, penyebaran tidak efektif tepat sasaran, informasi tidak persuasif dan lain sebagainya. Dalam manajemen bisnis produk baik barang maupun jasa, promosi adalah sebuah unsur penting dalam kampanye produk yang akan berimbas pada penjualan. Teater perlu memikirkan ini dengan baik. Jika kita sudah bisa mendefinisikan produk, menentukan tempat pertunjukan dan harga, itu berarti kita juga sudah memetakan siapa calon penonton kita. Promosi lalu dikaitkan ke sana. Jika komunitas calon penonton sudah kita tentukan, kita baru menentukan metode apa yang bisa memikat mereka, memakai media apa? Posterkah? Undangan door to door kah? Pengumuman audio melalui pengeras suara? Surat atau email? SMS? Melalui pancingan acara lain? Iklan suratkabar? Atau apa? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah media kampanye promosi, baru kita tentukan materinya. Media visual misalnya, golongan masyarakat tertentu bisa jadi sensitif terhadap visual. Untuk memancing remaja usia belasan, kita akan menggunakan pola design grafis yang berbeda untuk golongan bapak-bapak. Kita bisa meniru logika iklan. Lihat saja, iklan obat. Warna kemasan dan ”tone” iklan obat anak-anak berbeda dengan obat dewasa. Warna sampul majalah wanita dewasa, berbeda dengan warna sampul majalah remaja belasan, demikian juga ornamen grafis dan font nya. Selain urusan grafis. Bagus juga untuk meniru produk-produk tertentu yang sudah punya nama. Misalnya untuk memancing ABG putri, kita bisa menggunakan warna ngejreng seperti warna kemasan pembalut yang ditujukan untuk ABG. Kita tidak perlu meragukan karena perusahaan-perusahaan produk massal seperti itu telah melakukan survey yang serius untuk menentukan warna kemasan produknya. Jadi kita bisa ndompleng hasil penelitian mereka. Selain tata grafis, bahasa juga harus kita sesuaikan. Jika pertunjukan kita untuk kalangan 30-an ke atas, maka tidak tepat menggunakan bahasa gaul remaja sebagai kalimat persuasif dalam materi promosi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Langkah ketiga dalam urusan promosi adalah wilayah sebar dan timingnya. Misalnya saja poster, kita perlu mengkaji apakah efektif penempelan poster di pinggir-pinggir jalan? Apakah efektif penyebaran sejak H-8? Terlalu dini atau malah terlambat? Lalu perlukan menyebarkan publikasi ke seluruh kampus dan desa-desa? Atau cukup hanya di sekitar tempat sanggar kita dan sekitar gedung pertunjukan? Dan sebagainya. Intinya kita harus pertimbangkan cara paling efektif untuk meningkatkan jumlah penonton teater. Bukan berarti kita akan menurunkan derajat teater menjadi sesuatu yang semata berorientasi pasar. Justru ini akan mengangkat martabat teater. Jika capaian penonton maksimal, teater tidak perlu lagi meminta bantuan pemerintah dan berbagai NGO. Tidak perlu lagi ada aktor mengeluh karena berguling-guling selama 3 bulan tanpa dibayar dan sebagainya. Dan semakin banyak penonton teater kita, maka semakin banyak orang yang bisa mendapat manfaat dari teater. Lagipula, kembali kepada definisi, teater itu tegak di atas 3 pilar, pelaku, panggung dan penonton. Semoga sharing ide ini bisa sedikit memantik kreatifitas tak terhingga Anda. Selamat bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* M. Ahmad Jalidu &lt;em&gt;(nama panggung dari Didik Adi Sukmoko), &lt;/em&gt;Direktur Gamblank Musikal Teater. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="mailto:masjali@yahoo.com"&gt;masjali@yahoo.com&lt;/a&gt;. 08175486266&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-4264930884344035084?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/4264930884344035084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=4264930884344035084' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/4264930884344035084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/4264930884344035084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2008/04/marketing-plus-on-theatre-menjaring.html' title='MARKETING PLUS on THEATRE : MENJARING PENONTON TEATER'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R_Klt22IsJI/AAAAAAAAADc/Ih48Id7bmHQ/s72-c/JAL1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-5117239542295913402</id><published>2008-03-05T07:42:00.001+07:00</published><updated>2008-04-02T04:19:35.799+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Teater 3G : Bikin Teater Jadi Gokil</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R83tB9pWqoI/AAAAAAAAACc/UpPfct_dAXY/s1600-h/ape+foto.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5174052164902234754" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R83tB9pWqoI/AAAAAAAAACc/UpPfct_dAXY/s200/ape+foto.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh Apriyanti*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(artikel ini pernah di muat Kedaulatan Rakyat edisi ... 2007)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masyarakat era 2007, memang tidak seperti masyarakat 1980an. Dulu kita dengan mudah menonton peristiwa kesenian di Seni Sono, Taman Budaya Bulaksumur, Gelanggang Mahasiswa UGM, Lembaga Indonesia Perancis Sagan, Pendapa nDalem Notoprajan, Pendapa Asdrafi, Kampus IAIN Sunan Kalijaga, Auditorium ISI Kuningan, Bentara Budaya dan Pendapa Tamsis. Bukan saja kuantitas, kualitaspun patut dibanggakan waktu itu. Sangat berbeda dengan generasi 2007 yang lebih lesu karena kurangnya dukungan pemerintah dan mahalnya biaya produksi yang tidak bisa dihindari. Demikian seperti yang ditulis Eko Nuryono dalam tulisan berjudul ”Kesenian di Halaman Rumah” (KR, 27 Mei 2007). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan sekarang? Diakui atau tidak, gairah teater memang semakin meredup. Namun, sebenarnya jumlah peristiwa teater di Yogyakarta masih banyak. Di beberapa zona pertunjukan seperti TBY, Hall Teater Gajah Mada UGM, Lembaga Indonesia Perancis, Stage Tejokusuma UNY (dahulu Auditorium ISI Kuningan), Bentara Budaya, Kedai Kebun Forum, Pendopo Teater Garasi dan Taman Budaya Tembi masih sering diselenggarakan pementasan kesenian. Bahkan dalam bulan-bulan terakhir ini hampir setiap minggu kita bisa menikmati sajian teater di tempat-tempat itu. Di Gelanggang UGM misalnya baru-baru ini ada pementasan Sawung Jabo and friends, kemudian ada juga malam apresiasi seni oleh Acapella Mataram &amp;amp; PSM UGM. Di seputaran Kampus UNY, peristiwa kesenian mulai dari seni tradisi ketoprak sampai teater dalam rangka Dies Natalis UNY diselenggarakan sepanjang bulan Mei di GOR UNY, Stage Tedjokusuma dan di halaman kampus. Teater UNSTRAT seminggu lalu juga menyelenggarakan Pentas Tengah Tahun menyusul rangkaian Solo Project monolog dari Teater Garasi. Bulan Juni juga akan dibanjiri banyak peristiwa kesenian dalam rangka Festival Kesenian Yogyakarta XIX. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya jumlah pementasan teater yang cukup banyak itu masih dipandang ”lesu” dalam dinamika umumnya. Orang masih terus mendambakan generasi teater yang lebih kreatif, dinamis dan gokil. Beberapa kelompok memang telah melakukan pengembangan kreatif, tetapi lebih banyak yang belum. Alangkah indahnya andai saja kelompok-kelompok teater bergerak dengan semangat muda yang gokil, segokil iklan-iklan TV model baru dan film-film yang kini beredar. Jika teater punya semangat gokil, maka berikutnya akan ”bikin orang jadi gokil!”.&lt;br /&gt;Dunia seni pertunjukan adalah dunia visi, spirit dan antusiasme yang sedikit nakal. Gokil adalah kata yang paling pas untuk mengekspresikan kenakalan teater. Muda, nakal, kreatif, tapi positif. Andai saja teater seperti itu, mampu meninggalkan kesan yang dalam. Bukankah teater adalah ruang untuk merefleksikan kehidupan? Sudah seharusnya kita menyediakan cermin yang tepat dan kalau perlu dipoles lebih bagus agar orang mau mendekat dan akhirnya melihat wajah-wajah mereka sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menciptakan teater yang gokil? Iklan-iklan mulai gokil, karya sastra popular juga semakin gokil, maka teater harus segera bangkit dan bergerak meng-gokil-kan diri dan masyarakat. Setidaknya ada 3 jalan yang harus dilakukan secara sinergis. Gokil yang kita harapkan dari masyarakat adalah ”reaksi” positif yang mengasyikkan akibat dari ketertarikan terhadap rangsangan yang kita berikan, tetapi gokil bagi teater bisa kita artikan dengan kenakalan kreatif. Gokil bisa juga diartikan Good Skill. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tiga jalan yang perlu kita tempuh untuk menciptakan Teater gokil, yaitu gerakan Teater 3G. Pertama, Gokil (Good Skill) on Effective Board Management. Manajemen pengurus yang efektif, yang mampu menjaga semangat dan kesegaran sebuah kelompok. Banyak kelompok mengabaikan ini, dan lebih menekankan pada memiliki sutradara cap jempol, aktor cap jempol dan sebagainya. Padahal, tanpa pengurus yang baik, sutradara dan aktor itu hanya akan “butuh dana” tanpa bisa mencari dan memutarnya, karena memang bukan itu tugas dan fungsi mereka. Struktur kepengurusan yang efektif harus dibentuk sesuai fungsi dan kebutuhan, tidak perlu ikut-ikutan kelompok lain atau malah mencontek struktur organisasi jenis lain (non budaya). Jumlah pengurus jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit. Idealnya jumlah pengurus adalah 3 sampai 5 orang, jika kurang dari 3 kita akan berhadapan dengan sulitnya mengambil keputusan yang tepat, sebaliknya jika lebih dari 5 bisa mengakibatkan iren dalam bekerja. Ini seperti direkomendasikan AACT (American Association of Community Theatre). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan struktur kepengurusan? Apakah ada pakem tertentu untuk teater? Sebenarnya tidak ada. Pakemnya hanya satu, ”sesuai kebutuhan”. Bisa saja struktur kepengurusan sebuah komunitas berbeda dengan komunitas lainnya. Ini kembali kepada visi dan misi komunitas. Visi dan misi komunitas jelas menjadi faktor penting lainnya dalam manajemen kepengurusan yang efektif. Ibarat sebuah perjalanan, visi adalah tempat tujuan ke mana kita akan berjalan, lalu kita bisa menentukan misi, kendaraan dan jalur mana yang pas untuk mencapai tujuan dengan efektif. Sebut saja Teater garasi, Teater Gardanalla, Teater Koma dan sederet grup lain, mereka punya struktur dan jumlah pengurus yang berbeda sesuai dengan kebutuhan mereka sendiri., sesuai dengan orientasi organisasi. Misalnya berorientasi karya seni atau bisnis, maka ini akan mengakibatkan perbedaan pada jenis pekerjaan yang perlu ditangani dan akan memunculkan beberapa jabatan yang berbeda pula. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Gokil (Good Skill) on Knowledge and Skill Re-charging. Peningkatan pengetahuan dan kemampuan. Ini bisa dilakukan melalui berbagai pelatihan, workshop, diskusi, latihan bersama dan sebagainya secara terus menerus. Sebut beberapa wahana yang ada : Actor Studio Teater Garasi, Forum Bebas Nian Teater Garasi. Acting Course Teater Gardanalla, Saturday Acting Club ISI, Forum Studi Seni Pertunjukan di Kedai Kebun Forum, berbagai diskusi yang diselenggarakan komunitas-komunitas tertentu seperti GMT, Teater Toejoeh dan beberapa teater kampus. Membaca berbagai artikel di internet, serta peningkatan wawasan pengetahun umum melalui Koran dan TV. Intinya jika kita mau pintar ya harus belajar, kalau ga belajar ya berarti tertinggal. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Gokil (Good Skill) on Public Invation. Yaitu upaya yang terus menerus untuk memasyarakatkan teater. Banyak yang bisa kita lakukan, misalnya membantu penyebaran info semua peristiwa teater yang kita ketahui ke masyarakat sekitar tempat tinggal dan pergaulan kita. Sebisa mungkin menjaga frekuensi pementasan atau jika memungkinkan meningkatkannya. Menjaga image personal di lingkungan masyarakat baik sikap, perilaku maupun penampilan. Teater modern adalah import dari barat. Tetapi kita hidup di masyarakat yang menilai perilaku, kesopanan dan kepantasan. Jika image kita buruk di masyarakat, bagaimana masyarakat bisa menghormati karya kita? Relasi dalam masyarakat kita adalah relasi emosional. Teater bisa memasyarakat hanya jika pelaku teater memasyarakat secara personal. Jika kita adalah anggota yang dinilai baik di masyarakat, maka semua orang di sekitar kita akan menghargai dan menghormati kita termasuk apa yang kita kerjakan, mereka akan berbondong memenuhi kursi penonton dan dengan penuh semangat bertepuk tangan ketika kita muncul di panggung. Indah sekali kan? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak hal yang bisa dilakukan komunitas teater untuk menjadikan teater menjadi lebih gokil, dan tentunya harapan terbesar dari sebuah pementasan adalah diterima penonton karena inovatif, kreatif dan tidak ketinggalan jaman. Jika kita bisa memenej komunitas teater dengan baik, tentu kita bisa membuat teater lebih comfortable, komunikatif, dan lebih mudah diterima masyarakat. Sebuah kiat jitu diperlukan untuk bertahan dalam kondisi budaya saat ini. Setidaknya, gerakan teater 3G untuk mem-bikin teater jadi gokil ini bisa dipertimbangkan. Jika setiap pementasan teater sudah bisa menyedot penonton banyak, maka masyarakatpun akan percaya bahwa teater juga layak menjadi bagian dari mereka. Mungkin ini saatnya komunitas teeater Jogja mulai kembali menciptakan semangat bersama, bergotong royong membangun citra teater dan yang paling penting membuat manajemen teater jadi semakin gokil. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang konsultan bisnis sebesar Charles Handy saja mengatakan “Jika kau ingin berhasil, pikirkan teater!”, itu berarti teater yang baik bisa dijadikan contoh bahkan bagi kesuksesan bidang-bidang lain. Mau membuktikan? Ayo, jalankan gerakan Teater 3G, Bikin Teater Jadi Gokil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Apriyanti. Manajer Administrasi dan Aktris Gamblank Musikal Teater (GMT)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-5117239542295913402?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/5117239542295913402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=5117239542295913402' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/5117239542295913402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/5117239542295913402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2008/03/teater-3g-bikin-teater-jadi-gokil.html' title='Teater 3G : Bikin Teater Jadi Gokil'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R83tB9pWqoI/AAAAAAAAACc/UpPfct_dAXY/s72-c/ape+foto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-1635191967041969112</id><published>2008-03-01T04:12:00.000+07:00</published><updated>2008-03-01T04:18:31.714+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Mimpi PBU lewat TEATER</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R8h2JDvMLdI/AAAAAAAAACM/FDNpYr-SPgo/s1600-h/307613966l.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5172514070029151698" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R8h2JDvMLdI/AAAAAAAAACM/FDNpYr-SPgo/s200/307613966l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Catatan dari Festival Panggung Merdeka, Arisan Teater SMA Magelang. &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oleh M. Ahmad Jalidu&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Catatan ini adalah efek renung seteleh terlibat sebagai Juri dalam festival tersebut.&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada yang harus kau bacakan&lt;br /&gt;Ada yang harus kukabarkan&lt;br /&gt;Cita-cita jalanan dan persetubuhan&lt;br /&gt;Namun aku tahu dari gemetarmu&lt;br /&gt;Kesenyappan inipun adalah reaksimu&lt;br /&gt;Aku paham jika lelehan tangismu&lt;br /&gt;Juga adalah kasih yang menyuburkan&lt;br /&gt;Letakkan saja sapu tanganmu&lt;br /&gt;Biar aku dekap saat kau pergi &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;22 Juni 2006 kemarin, di sebuah ruang serba guna MAN Kodya Magelang telah terselenggara Festival Panggung Merdeka. Teater Violet MAN Magelang terpilih sebagai tuan rumah arisan teater SMA tahun ini. Arisan yang dulu digagas Dep Dik Nas Kabupaten ini sekarang masih berjalan meski merangkak tanpa bantuan. 6 tim yang berpartisi pasi yaitu Teater Violet MAN Kodya Magelang, Teater Kasih Ibu SMA Muhammadiyah 1 Muntilan, Teater Kurusetra SMA 1 Mertoyudan, Teater Bambu Kuning SMA Candimulyo, Teater Duabelas Tiga SMA Dukun, dan Teater …. SMA 1 Salam. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal menarik di sini, salah satunya, tidak ditemukan naskah "standar" yang biasa beredar pada festival teater lainnya. Hanya ada Sumur Tanpa Dasar yang itupun sudah digubah dengan konteks baru. 5 tim lainnya menggunakan cerita karya sendiri baik itu karya sang pembina maupun karya siswa sendiri. Bahkan ada satu tim dari teater Kasih Ibu SMA Muhammadiyah Muntilan yang tanpa naskah tertulis. Memang tidak ada yang bisa menjamin menulis naskah drama dengan kualitas standar, tetapi justru dengan membiarkan mereka menyediakan dan mengkreasi naskah sesuka mereka, maka potensi mereka tidak hanya dalam mengusung kemungkinan penjelajahan konteks, artistik, penyutradaraan, akting, dan tetek bengek lainnya namun juga kemungkinan lahirnya naskah baru, sudut pandang baru dan "bahasa" baru. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, mereka menunjukkan “energi potensial” yang luar biasa besar. Semangat mereka melebihi senior-senior mereka di kampus. Lihat saja, mereka mempersiapkan latihan dalam suasana ujian. Beberapa siswa teater itu bahkan “ketiban sial” dan harus mengalami tinggal kelas dan tidak lulus UN. Di tengah kekesalan dan putus asa mereka, mereka memusatkan tenaga pada pertunjukan. Bahkan beberapa peserta mengaku tidak mendapat restu dari kepala sekolah dan nekat meski harus “iuran” untuk mempersiapkan “uba rampe” bagi pementasan. Tak urung sang pembinapun penuh kasih seorang bapak mengawal mereka ke arena festival dan merelakan meninggalkan rapat sekolah. Memberontak? Ya, mereka memang kemudian dianggap memberontak. Namun toh mereka tak pernah bermaksud memberontak sekolah atau kepala sekolah, mereka hanya memberontak nasib dan diri mereka sendiri. Mereka menunjukkan bahwa pada wilayah tertentu, teater adalah wajah lain dari diri sendiri yang bermartabat dan tak boleh digeletakkan di sembarang tempat dan waktu. Itu hak mereka. Barangkali, mereka juga sedang teringat tokoh dalam film Drum line. Di mana sang tokoh utama mendapat “tiket gratis” ke universitas terkemuka lantaran prestasinya sebagai pemain snare drum terbaik di sekolahnya. Mereka mungkin sedang melamunkan impian, mendapat bea siswa PBU (Penjaringan Bibit Unggul) lantaran mengantongi piala aktor dan aktris terbaik, sutradara terbaik, naskah terbaik dan sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Gambaran di atas seolah membuai kita untuk percaya bahwa mereka, para siswa SMA yang berteater itu kelak akan menyangga mahkota teater Indonesia. Dan Magelang akan terus melesat menjadi pusat penggemblengan remaja teater sebelum dikirim ke Jogja dan digodog dalam kawah teater kampus dan independen. Belum tentu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di tengah keindahan akan semangat mereka itu, ada beberapa hal yang patut untuk terus disempurnakan. Pertama, naskah-naskah “mede in” sendiri itu belum menampakkan dunia yang diambil dari keseharian remaja SMA. Entah kenapa? Apa karena mereka menilai teater itu harus "berat, sangar, intelek (?)" atau apa? Moga-moga tidak. Bisa jadi, ini pengaruh dari alam estetika sang pembina. Beberapa dari pembina ini adalah mereka yang mengalami remaja pada tahun 80-an dan mengalami teater pada masa menjelang sampai dengan 90-an. Takaran yang dipakai mungkin masih terpengaruh jaman itu. Teater Kurusetra umpamanya, menyuguhkan permainan yang paling kental dibanding tim lain. Dengan naskah gubahan sendiri dan tema korban kekerasan politis penguasa, serta konflik internal yang sangat berat dan dalam pada salah satu tokoh utama. Yang kadang membuat janggal adalah masih ditemuinya kata "Nyonya" untuk menyebut wanita tanpa memperdulikan status wanita yang disebut. Perempuan gila di stasiun dipanggil dengan sebutan "Nyonya" oleh tukang sapu stasiun tersebut. Sedangakn saat ini, dalam kenyataan sehari-hari, kata "nyonya" sangat jarang kita dengar. Istri Presiden pun kita panggil "Bu" atau "Ibu". Seorang direktur yang kebetulan kita temui juga akan kita panggil dengan kata "Pak", bukan "Tuan". Barangkali itu kata-kata warisan penjajah yang digunakan oleh pribumi yang sudah "minder" untuk memanggil orang kaya belanda. Tanpa memandang itu, ada alasan lain untuk tidak memakai kata itu, yaitu kenyataan sehari-hari tersebut. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kualitas permainan, hal yang paling jelas terlihat adalah, mereka mempersiapkan dengan sangat singkat dan tampil dengan iringan grogi yang cukup jelas. Sayangnya ini juga terjadi pada penyelenggaraan festival tahun-tahun lalu. Kendala itu tidak melulu dari kemalasan dan kegamangan visi berteater mereka, namun juga minimnya support sekolah dalam hal ini. Diakui oleh hampir semua peserta, bahwa support dana sekolah sangat terbatas. Bahkan Sekolah sering tidak mengijinkan mereka mengikuti even semacam ini dengan alasan tidak ada dana. Ketika ada dana pun hanya sedikit sekali jumlahnya hingga tidak jarang, para pembina ekskul nombok dana pribadi demi menampilkan sang murid yang sudah seperti anak mereka sendiri itu ke atas panggung. (Menyedihkan! sekaligus membuat, mereka merasa "kaya" meski secara lahir miskin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Citra teater masih belum mampu menjadi “tuan rumah di negeri sendiri”. Selama perhelatan itu, tidak ditemukan siswa yang bukan anggota ekskul teater selain siswa tuan rumah (MAN) dan tak ada guru yang menyaksikan kecuali sang pembina ekskul yang kebanyakan bukan guru, tetapi buruh honorer. Betapa posisi mereka sangatlah tidak terhormat di sekolah. Bisa dipastikan, teater sebagai ekskul menguntungkan karena sekolah mendapat image "peduli" minat siswa, namun sebagai produk budaya, dan gaya hidup, sekolah sama sekali tak peduli. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Konsep arisan, dengan tuan rumah penyelenggara bergilir ini tanpa dibarengi dengan support dana dari departemen terkait, sehingga kualitas penyelenggaraan dan kesiapannya sangat fluktuatif karena kondisi keuangan tiap sekolah sangat berbeda-beda. Ditambah kenyataan bahwa sepertinya teater juga bukan prioritas belanja yang penting bagi sekolah-sekolah itu. Festival ini nyaris tanpa visi yang jelas selain merayakan ritual meruang (mencari ruang ekspresi). Festival ini semata lomba tanpa ada diskusi dan workshop untuk “menge-charge” semangat dan energi mereka. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kelima, 6 peserta yang bergabung kemaren digawangi oleh 6 pembina yang sudah sangat saling akrab akibat seringnya mereka bertemu dalam berbagai even serupa. Sudah bertahun-tahun mereka tak di karuniai "anggota" baru. Kalaupun ada pergeseran itu hanya sekolah sekolahnya. Pak A dahulu membina teater SMA X lalu berpindah membina Teater SMA Y. Sementara teater Fajar, satu-satunya “penjaga” teater modern Magelang kelihatannya belum mampu "membakar" Magelang dengan semangat teater lebih garang lagi. Teater Fajar juga belum mampu melahirkan generasi yang akan menemani kiprah 6 pembina teater SMA yang semakin lama akan semakin jadul dan kelelahan itu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun dengan persoalan tersebut, kita tetap harus kembali kepada “energi” mereka itu. Sungguh sebuah potensi yang amat sayang jika itu tak tersalurkan dengan layak. Harus ada pihak yang selalu setia menghidup acara-acara smacam itu dengan segala cerita pedihnya. Semoga masih terus ada kekuatan yang datang tak terduga. Semoga para kreator di kota-kota sekitar juga tergugah untuk saling “merangsang” dan memburu generasi. Semoga mimpi PBU lewat teater itu semakin mendekat nyata. Amin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;M. Ahmad Jalidu Pehobi Teater asal Magelang, Pimpinan Gamblank Musikal Teater.&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-1635191967041969112?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/1635191967041969112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=1635191967041969112' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/1635191967041969112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/1635191967041969112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2008/02/mimpi-pbu-lewat-teater.html' title='Mimpi PBU lewat TEATER'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R8h2JDvMLdI/AAAAAAAAACM/FDNpYr-SPgo/s72-c/307613966l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-6537666443493507281</id><published>2008-03-01T04:07:00.000+07:00</published><updated>2008-03-01T04:11:10.981+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Idealis vs Kompromis: Teater Kampus Not Death!</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R8h0yjvMLcI/AAAAAAAAACE/c6JVY1u0fP8/s1600-h/14806182530068l.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5172512583970467266" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R8h0yjvMLcI/AAAAAAAAACE/c6JVY1u0fP8/s200/14806182530068l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;(Artikel ini telah dimuat di Harian Kedaulatan rakyat 4 desember 2005)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;LEBIH sepuluh tahun lalu, grup teater Yogya tersebar di tiap kecamatan, namun kini “punah” satu persatu. Hanya beberapa grup saja yang masih “bergigi”. Sementara di kampus mungkin ada seratus lebih grup teater. Hampir semua perguruan tinggi, sampai tingkat fakultaspun memiliki grup teater. Merekalah harapan terakhir teater Yogya. Sayangnya, geliat mereka tak sebanyak dan se-’wah’ jumlahnya. Meski teater adalah tempat di mana dinamika mahasiswa yang aktif dan kritis terfasilitasi, tetap saja mereka terus merosot dan tinggal papan namanya saja. Ada apa gerangan? Apakah ini imbas dari model pendidikan instan? Atau karena masalah dana? &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian pertanyaan yang diajukan Isti Dharmaranti S, KR Minggu, 20 November lalu dengan judul Teater Kampus, Harapan Terakhir Teater Yogya? Tulisan berikut ini bermaksud menanggapinya serta turut menambah semangat kawan-kawan penggerak teater kampus Yogya. Sampai sekarang, tidak ada data akurat tentang jumlah kelompok dan pementasannya per tahun. Tahun 2004 lalu, Forum Komunikasi Teater Jogja (FKTJ) pernah mendata ada lebih dari 80 kelompok teater kampus, dan itupun belum angka final — Forum itu terjerat masalah internal sebelum data diselesaikan dengan rapi. Kita bisa membayangkan berapa jumlah pementasan dengan data tersebut. Faktanya, rata-rata mereka memproduksi 1 atau 2 kali pementasan pertahun. Frekuensi ini lebih dipengaruhi oleh sistem perkuliahan yang dibagi ke dalam 2 semester dengan diselingi liburan semester. Biasanya, produksi dimulai pada awal semester dan mementaskannya di akhir semester. Menariknya, frekuensi pementasan ini hampir sama di setiap kampus, meskipun mereka menerima subsidi dana yang sangat bervariasi. Sebagai contoh, Teater Lilin UAJY bisa mendapatkan Rp 15 juta pertahun. Teater Eska UIN Suka dengan Rp 2,5 juta pertahun. Kelompok Sekrup FMIPA UNY dengan Rp 2,6 juta. UNSTRAT UNY bisa mencairkan lebih dariRp 20 juta setahun. Juga, Teater Parkir Fakultas Psikologi UII yang hanya Rp 100 ribu setahun dan harus membanting otak setiap kali melakukan pementasan namun mampu berpentas 2 kali setahun. Itu berarti dana bukan masalah bagi “kehidupan” teater kampus. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan terakhir (Juli-Oktober), aneka peristiwa bisa menunjukkan dinamika yang masih cukup baik. Teater Gajah Mada UGM menjadi tuan rumah FESTAMASIO (Festival Teater Mahasiswa Nasional Indonesia) sekaligus mementaskan Kethoprak Lesung Jaran Sungsang. UNSTRAT mementaskan Leng di TBY dan Solo. Teater Tangga UMY mementaskan Seribu Kunang-kunang di Manhattan. Masih ditambah beberapa kegiatan teater kampus yang memang hanya diselenggarakan di kampus masing-masing. Teater Loby Dua STPMD “APMD”, Teater Eska UIN Suka, Teater Manggar AMIKOM, Teater Seribu Djendela USD, Teater Senthir UNWAMA, Teater Lilin UAJY dan Kelompok Sekrup FMIPA UNY adalah contoh yang tidak bisa dikatakan “tertidur”. Mereka masih bernafas dan menggeliat. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Paparan di atas coba menyampaikan, teater kampus masih “bersuara”, walaupun tidak semuanya “gegap gempita”. Tidak semua memasang poster dan spanduk mewah, apalagi mampu membayar gedung TBY. Sementara media cetak? Jangankan menginformasikan akan ada pementasan, sudah datang meliputpun belum tentu memuat beritanya. Jadi, tidak bisa dinyatakan mereka tidur atau pingsan hanya karena kita tak tahu kabarnya. Jangan khawatir, teater kampus masih akan tetap hidup, Teater kampus Not Death! Meski begitu, tetap harus diakui kelesuan itu ada. Bukan dari jumlah pementasan yang dihasilkan. Kelesuan itu adalah menurunnya greget para awak teater dan masyarakat penontonnya. Anggota yang “mretheli” satu-persatu beberapa saat setelah pelantikan sangat biasa terjadi. Seolah tidak bangga berteater. Bagaimana mungkin membanggakan jika setiap kali pentas teman-teman yang menyaksikan mengadukan kelelahan mereka karena “jenuh” atau “nggak mudheng” dengan apa yang disuguhkan? Teater kampus semakin miskin penggemar, anggotanya tak betah bertahan lama. Mereka menjadi “alien” di tengah kerumunan mahasiswa “gaul” yang heboh pergi ke Mataram, menonton band di lembah UGM, dan pergi ke “dugem” atau Game Centre hingga dini hari. Jangan-jangan ada yang salah dengan teater? Setidaknya ada yang salah dengan cara pandang terhadap teater. Jangan-jangan (teater kampus) masih terbawa bayang-bayang kejayaan masa “Musim Semi Teater Indonesia” 20-30 tahun yang lalu. Sampai-sampai masih menimbang teater dengan neraca bertahun 1980an. Tahun di mana tak banyak televisi, belum ada MTV, belum ada VCD, belum ada chatting, dan web cam, juga film ‘Ada Apa dengan Cinta (AADC)’. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya perlu disadarkan kembali. Bukankah teater adalah alat komunikasi? Media pencerahan yang bukan hanya bagi penonton, tetapi juga pelakunya. Bukankah teater seharusnya sudah cukup jika ia bisa berdiri secara demokratis? yakni dengan tumbuh dari, oleh dan untuk masyarakat di mana ia berada. Bukan teater yang sok mendahului dan menggurui penontonnya. Tetapi yang tegak di atas panggung bermodal refleksi atas fakta di lingkungan tempat pelaku dan penikmat mengukir hari-harinya. Dalam film atau lagu berbahasa Inggris sering kita jumpai kata-kata berikut: “Time’s Rollin’, Live goes on, and people change.” Teater juga harus rollin’, goes on dan change sesuai dengan perubahan dan pergeseran masyarakat serta jamannya. Sebab teater itu hadir untuk masyarakat. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Teater kampus hendaknya meniatkan diri untuk hadir demi masyarakat kampusnya atau masyarakat mahasiswa secara umum, bukan demi kepuasan para empu pendahulunya. Dharma ke tiga dari Tridharma Perguruan Tinggi pun berbunyi “Pengabdian Kepada Masyarakat”, bukan pengabdian kepada para pelopor dan para ahli. Semoga masih ada hasrat teater kampus untuk terus bergerak, berproses sebagai “komunikasi” kepada penonton masing-masing. Tidak untuk menggurui tetapi sama-sama belajar. Idealisme itu penting tapi “compromise” juga perlu mematangkannya. Kenali kepada siapa kita akan berbicara, gunakan bahasa mereka (dan itu telah dilakukan saudara kita dari kalangan film). Mungkin dengan kesadaran ini, kita bisa menemukan bentuk baru teater yang lebih komunikatif dan bahkan sampai menemukan “musim semi” kembali. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dunia teater mutakhir sedang disibukkan dengan agenda “mencari bahasa ungkap baru”. Itu artinya bahasa ungkap baru itu belum ditemukan. Teater kampus punya hak untuk sama-sama mencari di sela-sela kehidupan masyarakatnya. Ini akan menumbuhkan aneka “ragam” teater yang penuh “greget” dan suitable bagi masyarakat penonton masing-masing. Melengkapi semangat kethoprak lesung TGM, sandiwara musikal Sekrup, realisme sosial Loby Dua, juga drama absurdnya Eska. Sekali lagi, “Teater kampus Not Death!”. q-c *) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Maulana Ahmad Jalidu, Pimpinan Gamblankmusikal Teater (GMT), alumni dan groupies di Kelompok SEKRUP FMIPA UNY.&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-6537666443493507281?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/6537666443493507281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=6537666443493507281' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/6537666443493507281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/6537666443493507281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2008/02/idealis-vs-kompromis-teater-kampus-not.html' title='Idealis vs Kompromis: Teater Kampus Not Death!'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R8h0yjvMLcI/AAAAAAAAACE/c6JVY1u0fP8/s72-c/14806182530068l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-815864871670559651</id><published>2008-03-01T03:59:00.000+07:00</published><updated>2008-03-01T04:03:08.700+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ULASAN'/><title type='text'>’THE LIGHT OF KEN DEDES’ ; Drama yang Dibuai Nyanyian-Tarian</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R8hy5zvMLbI/AAAAAAAAAB8/S2zMby3ffdY/s1600-h/1_475030970l.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5172510509501263282" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R8hy5zvMLbI/AAAAAAAAAB8/S2zMby3ffdY/s320/1_475030970l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;(Ulasan The Light of Ken Dedes di &lt;em&gt;Kedaulatan Rakyat&lt;/em&gt; edisi 28 November 2006)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sandiwara musikal ‘The Light of Ken Dedes’ (Rambut Pirang dan Pistol Kenangan) yang berjalan 90 menit mendapat applause luar biasa dari penonton. Setting pentas dibuat bersahabat dengan penonton yang duduk lesehan, hampir tak berjarak dengan pemain sandiwara. Lighting berjalan mulus sehingga sangat membantu keelokan alur cerita. Babak demi babak sengaja diselingi nyanyian dan tarian yang menyampaikan suasana hati Ken Dedes yang kadang sedih, ataupun riang. &lt;a title="Iklan  Hari Ini No. 24" href="http://222.124.164.132/display.php?url=http://222.124.164.132/iklan/jumat/display.html/kr_04g.jpg" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;Pentas yang berlangsung di auditorium Lembaga Indonesia Perancis (LIP) Yogyakarta, Jumat (24/11) malam itu disajikan Gamblank Musical Theatre, yang melakukan persiapan matang 3 bulan. Cerita Ken Dedes titik penting dalam sejarah yang merupakan gambaran wanita kuat yang tertindas. Wanita yang selalu diukur dari kecantikan dan sensual. Sekuat-kuatnya seorang wanita beremansipasi, wanita tetap tunduk pada kodrat alam. Kecantikan dan bodi Ken Dedes yang molek, tersiar ke Adipati Tunggul Ametung yang ingin memiliki Ken Dedes membunuh ayahnya, dan menjadikannya sebagai permaisuri kerajaan. Awalnya Ken Dedes sangat membenci Tunggul Ametung yang tega membunuh ayahnya, tapi lama kelamaan berganti penuh cinta. Ken Dedes pun melupakan cintanya pada Ken Arok, namun Ken Arok ingin merebut hati Ken Dedes lagi dan menyamar ke istana sebagai Ra Bumi, si pengawal kerajaan. Keinginan Ken Arok menguasai Ken Dedes berikut kerajaannya berlanjut pertumpahan darah dengan terbunuhnya Tunggul Ametung. Menurut M Ahmad Jalidu, penulis naskah sekaligus sutradara ‘The Light of Ken Dedes’, sandiwara musikal ini terinspirasi novel humor berjudul ‘Ken Dedes I’m Falling in Love’ karya Mahesa Ari. (Diah Susanti)-m. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-815864871670559651?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/815864871670559651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=815864871670559651' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/815864871670559651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/815864871670559651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2008/02/light-of-ken-dedes-drama-yang-dibuai.html' title='’THE LIGHT OF KEN DEDES’ ; Drama yang Dibuai Nyanyian-Tarian'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R8hy5zvMLbI/AAAAAAAAAB8/S2zMby3ffdY/s72-c/1_475030970l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-4765225420459160563</id><published>2008-03-01T03:51:00.000+07:00</published><updated>2008-03-01T03:57:36.592+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ULASAN'/><title type='text'>The Light of Ken Dedes, Penuh Humor Namun Tetap Berisi</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R8hxpTvMLaI/AAAAAAAAAB0/uYOEt0JeCvk/s1600-h/1_852683497l.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5172509126521793954" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R8hxpTvMLaI/AAAAAAAAAB0/uYOEt0JeCvk/s320/1_852683497l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;Berikut adalah Ulasan pementasan The Light of Ken Dedes di situs Trulyjogja.com&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;25/11/2006 09:19&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akting serta iringan musik yang dibawakan dalam teater berjudul 'The Light of Ken Dedes' berhasil membuat puluhan mata penonton tak lepas dari pertunjukan selama 1,5 jam ini. Jumat (24/11), Teater yang bercerita tentang kisah kehidupan Ken Dedes yang penuh tragedi ini diadakan di Lembaga Indonesia Perancis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Teater musikal ini dibawakan oleh kelompok Gamblank Musikal Teater dan disutradai oleh M. Ahmad Jalidu. Dengan mengadopsi kisah yang berasal dari tanah Jawa ini serta terinspirasi pada novel Ken Dedes I’m Falling in Love, teater musikal ini menjadi tontonan yang cukup menarik untuk disimak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertunjukan teater musikal kali ini bercerita tentang kehidupan Ken Dedes yang dianugerahi citra wanita sempurna. Namun bukannya membawa kebahagiaan, berkah semu ini justru membuat segala kehidupan Ken Dedes berakhir tragis. Tak hanya kehidupan cintanya, tapi juga pada kehidupan pribadinya sendiri. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan 14 pemain dan 7 musisi teater musikal ini juga menambahkan unsur humor dalam alur ceritanya. Unsur humor yang ditambahkan tidak melulu hanya dalam akting saja namun dalam dialog juga ditambahkan guyonan yang menggugah tawa para penonton yang menyaksikan pertunjukan tersebut. Modifikasi karakter tokoh asli yang dibawakan dengan penuh humor juga menjadi daya tarik yang menghibur bagi para penontonnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kritik sosial menjadi pesan moral yang coba disampaikan dalam pertunjukan ini. Kritik terutama tertuju pada diskriminasi gender yang selalu terjadi dalam kehidupan nyata. Contohnya saja, ketidakadilan dan kekerasan yang dialami perempuan yang dialami sehari-hari dipaparkan ke tengah-tengah penonton yang menyaksikan sandiwara musikal ini. Kisah yang disuguhkan juga menjadi menarik karena setting yang digunakan mengambil masa modern, sehingga pertunjukan teater musikal ini tampak lebih akrab di mata penontonnya. Tambahan koregrafi yang menarik juga membuat pementasan teater musikal kali ini lebih atraktif.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai teater musikal, iringan musik menjadi salah satu bagian vital dalam pertunjukan. Untuk mengiringi adegan yang dimainkan, Gamblank Musikal Teater menyajikan musik yang cukup unik. Iringan musik yang beraliran country mendominasi dalam pertunjukan ini, dengan tambahan instrumen alat musik seperti biola dan cello yang berhasil menambah semarak sandiwara musikal kali ini. (jan)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-4765225420459160563?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/4765225420459160563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=4765225420459160563' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/4765225420459160563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/4765225420459160563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2008/02/light-of-ken-dedes-penuh-humor-namun.html' title='The Light of Ken Dedes, Penuh Humor Namun Tetap Berisi'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R8hxpTvMLaI/AAAAAAAAAB0/uYOEt0JeCvk/s72-c/1_852683497l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1392261693471352243.post-4724527476071156269</id><published>2008-01-05T17:47:00.001+07:00</published><updated>2008-03-14T01:10:27.701+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAYAT-MAYAT CINTA'/><title type='text'>GMT-JBDK On Stage</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R8KT32GT8VI/AAAAAAAAAAk/d2YC50uUwvQ/s1600-h/textlogo-nonude-01.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5170857909798826322" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R8KT32GT8VI/AAAAAAAAAAk/d2YC50uUwvQ/s200/textlogo-nonude-01.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;CANGKANG#1 : MAYAT-MAYAT CINTA&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gamblank Musikal Teater akan kembali ke Panggung. Awal Februari ini, tim kreatif GMT telah terus menerus suntuk berdiskusi dan bahkan para aktor mulai rajin membaca naskah berma-sama.Apa isu kali ini. Masih seperti yang dulu-dulu. GMT rupanya tertarik pada urusan perempuan, tarik-menarik dinamika pergaulan remaja putra dan putri. 2005, GMT mementaskan Panggil Aku Aziza dengan tokoh yang hamil di luar nikah. Kemudian 2006-2007 menggelar The Light of Ken Dedes dengan Ken Dedes yang pasrah karena anugerah seksinya justru menyeretnya pada pertumpahan darah keturunan-keturuannya..Berikutnya... 2008 ini GMT apa?... lesbian dan perselingkuhan yang saling melilit. Juga tarik ulur antara identitas yang dibentuk oleh diri sendiri, atau oleh orang lain. Hanya saja, bedanya dalam pementasan yang akan digelar April nanti, tesis yang disodorkan Agung Wijaya (penulis naskah) adalah bahwa Lelaki adalah korban bagi hawa nafsunya sendiri atas wanita. Dalam penggarapan nanti, GMT bersama tim intinya, M. Ahmad Jalidu (Producing Director), Arif Kurniawan (Scene Director), Henry Cahya P (Video Director) dan Bahrudin F Bolu (Music Director) akan menampilkan drama musikal yang simple, tetapi juga cukup menggigit. "Karena temanya memang bersumber pada relasi cowok dan cewek baik secara romantik maupun seksual, maka adegan memang akan membicarakan hal-hal serupa itu. Tapi kami akan mengusahakan untuk tidak menonjolkan gambar/adegan vulgar. Toh ini hanya sebuah kritik atau keresahan yang kami harap memicu perenungan bersama." demikain penjelasan M. Ahmad Jalidu.Produksi ini nanti juga akan menggandeng kampanye JBDK (Jangan Bugil di Depan Kamera) dan JBDK Anti Violence Dating. Pertunjukan berjudul CANGKANG#1 : MAYAT-MAYAT CINTA ini akan digelar 18-19 April di Gedung Tejokusumo FBS UNY.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1392261693471352243-4724527476071156269?l=teatergmt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatergmt.blogspot.com/feeds/4724527476071156269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1392261693471352243&amp;postID=4724527476071156269' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/4724527476071156269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1392261693471352243/posts/default/4724527476071156269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatergmt.blogspot.com/2008/01/teatr-gmt-lahir-di-bulan-april-2003.html' title='GMT-JBDK On Stage'/><author><name>Gamblank Musikal Teater</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03195168483912907701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/S6Q9bj3wc1I/AAAAAAAAAPQ/Bp0EF2I9yMU/S220/logo+GMT+08+(Small).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mNMFeWixt-A/R8KT32GT8VI/AAAAAAAAAAk/d2YC50uUwvQ/s72-c/textlogo-nonude-01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
